Pasuruan (beritajatim.com) – Meski beberapa daerah di Jawa Timur sudah melakukan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kabupaten Pasuruan belum melakukannya. Hal ini dikarenakan sampai saat ini Pemkab Pasuruan masih melakukan pemetaan terhadap penerima manfaat.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan bahwa terdapat 300 ribu yang termasuk penerima manfaat. Jumlah tersebut sama halnya dengan 18 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Pasuruan yang totalnya 1,64 juta.
“Penerima manfaat MBG di Kabupaten Pasuruan ini sesuai kategori yang sudah ditetapkan Badan Gizi Nasional di lingkup sekolah maupun diluar. Angka itu muncul setelah kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Karena kan ada beberapa kategori, mulai peserta didik SD, SMP, SMA dan anak dibawah 5 tahun, ibu hamil serta menyusui,” jelas Bakti, Senin (13/1/2025).
Sementara itu, terkait anggaran sendiri, Bakti mengatakan bahwa Pemkab telah mengalokasikan dana Rp 20 milyar. Dana ini diambilkan dari pos Belanja Tak Terduga (BTT).
Bakti juga mengatakan bahwa program ini masih belum memiliki turunan aturan yang memuat sejauh mana peran pemerintah daerah. Namun, meski begitu, Pemkab sudah siap jika akan diminta untuk berbagi anggaran untuk program MBG.
“Ya anggarannya sementara masih dari BTT karena masih belim ada dasar penggunaan. Karena menempatkan anggaran di perangkat daerah itu mengandung konsekuensi, harus ada dasar penggunannya, apalagi dengan nilai yang besar,” katanya.
Dari banyaknya penerima anggaran tersebut, Bakti menyatakan bahwa anggaran senilai Rp 20 milyar tersebut sangatlah kecil. Namun data tersebut juga akan diverifikasi kembali dengan mengacu pada data DTKS atau P3KE. (ada/but)







2 Komentar
Pasuruan ya gitu mungkin g di ambil programnya selalu telat
Justru aneh jika paskab ontime dg daerah lain