Blitar (beritajatim.com) – Kebun kopi Karanganyar di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar menyimpan jejak sejarah Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Presiden pertama Indonesia itu pernah singgah di sebuah rumah loji yang berada di tengah-tengah perkebunan kopi peninggalan kolonial Belanda.
Bahkan, Bung Karno sempat beristirahat di sebuah kamar berukuran 4×4 meter. Bangunan kamar ini juga merupakan peninggalan kolonial belanda. Menurut pengelola, Bung Karno singgah di kamar ini pada 1957-1959.
“Kemungkinan pada waktu itu pada masa nasionalisasi aset Belanda setelah kemerdekaan. Kemudian, kebun ini diserahkan ke kakek saya yang seorang PNI. Mungkin dari kedekatan itu, Bung Karno datang ke sini,” kata Direktur Utama Kebun Kopi Karanganyar, Wima Brahmantya, Kamis (29/2/2024).
Kamar yang pernah disinggahi Bung Karno kini dijadikan destinasi sejarah. Bangunan yang berukuran 4×4 meter tersebut kini dilengkapi dengan beberapa benda milik Presiden RI pertama ini.
Bagian dipan kayu berukuran 2×2 meter dengan kasur yang pernah dijadikan tempat beristirahat Bung Karno kini dipasangi Bendera Merah Putih. Sejumlah benda milik Bung Karno seperti keris dan topi juga masih disimpan rapi di lemari kaca bening.
Kamar yang pernah disinggahi oleh Bung Karno ini berada di sisi kiri depan dari rumah Loji. Di dalam kamar, tampak lukisan acrylic Bung Karno dipajang tepat menghadap pintu, menempel di tembok bercat warna krem. Ada pula Bendera Merah Putih yang terpasang di samping lukisan.
Sementara di bawah lukisan Bung Karno, terdapat meja kaca untuk menyimpan keris dan topi berwarna krem berbentuk vintage. Topi yang biasa dipakai para bangsawan di zaman kolonial Belanda.
Di atas dipan kayu tersebut dipasang lambang Garuda Pancasila. Sebuah sofa dan meja antik ada di sisi barat dipan. Patung setengah badan Bung Karno berwarna perak berdiri kokoh di sebelah sofa itu.
“Ada juga sebuah pintu Hotel Indonesia bernomor 806 di sebelah pintu masuk kamar, barang yang ada di kamar tersebut didatangkan langsung dari Hotel Indonesia Jakarta, termasuk dari kamar 806 yang merupakan kamar khusus Bung Karno,” imbuhnya.
Saat Bung Karno mengunjungi Kebun Kopi Karanganyar, kamar tersebut belum berbentuk seperti sekarang. Baru setelah Kebun Kopi Karanganyar dibuka untuk destinasi wisata pada 2016, kamar Bung Karno ditata seperti yang terlihat sekarang.
“Tahun 2004 Hotel Indonesia diakuisisi oleh hotel lain. Kebetulan kebun kopi ini masih dipegang om saya yang berencana menjadikan resort, akhirnya belilah barang-barang kamar Hotel Indonesia yang pernah ditempati Bung Karno. Kamar itu di-setup benar-benar untuk dedikasi Bung Karno waktu saya pimpin pada 2016,” tegasnya. [owi/beq]








