Banyuwangi (beritajatim.com) – Bagi ribuan nelayan yang menggantungkan hidup di Teluk Biru, Banyuwangi, sinyal telepon sering kali menjadi batas antara kabar dan bahaya. Selama bertahun-tahun, kawasan perairan strategis ini dikenal memiliki sinyal telekomunikasi yang lemah, sebuah keluhan serius yang disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Dermaga Muncar pada pertengahan Juli lalu.
Telkomsel merespons cepat keluhan tersebut. Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Telkomsel segera melakukan optimalisasi jaringan untuk menghadirkan konektivitas yang lebih kuat dan stabil di Teluk Biru, yang juga merupakan destinasi bahari unggulan.
Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel, Andrias Indra, mengatakan, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan konektivitas yang merata dan inklusif di seluruh penjuru negeri, Telkomsel segera melakukan optimalisasi.
“Keterbatasan sinyal di wilayah ini sangat berdampak pada aktivitas nelayan, wisatawan, dan terutama koordinasi saat kondisi darurat terjadi di tengah laut,” paparnya.
Tantangan utama di Teluk Biru adalah kondisi perbukitan di sisi timur Taman Nasional Alas Purwo yang menghalangi jangkauan sinyal. Untuk mengatasi masalah geografis ini, Telkomsel mengambil langkah cerdas.
“Kami melakukan optimalisasi jaringan melalui penambahan perangkat dan penyesuaian arah jangkauan BTS melalui site yang berada di wilayah Negara, Kabupaten Jembrana (Bali) yang secara geografis berhadapan langsung dengan Teluk Biru,” lanjut Andrias.
Upaya ini disambut haru oleh para nelayan. Kaiza Razak, salah seorang nelayan di Muncar, berbagi pengalamannya.
“Tadinya hampir tidak ada sinyal sama sekali, bahkan untuk telepon juga tidak bisa, terutama di perairan dari sisi Alas Purwo. Sinyal itu kami perlukan untuk keperluan komunikasi, karena rawan kecelakaan kapal. Kalau nelayan tidak bisa komunikasi kadang hilang orang dan perahunya,” akunya.
Kini, setelah optimalisasi, sinyal Telkomsel sudah mampu menjangkau wilayah perairan yang biasa ditempati nelayan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada sinyalnya baik untuk telepon dan internet. Satu-satunya sinyal menjangkau hingga perairan laut hanyalah Telkomsel. Terima kasih untuk Telkomsel, komunikasi menjadi lebih lancar dan cepat,” tutur Kaiza. Ia juga menyebut mayoritas nelayan menggunakan Telkomsel.
Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi pesisir dan keselamatan nelayan di laut.
“Telkomsel percaya bahwa akses digital adalah fondasi penting untuk pemerataan pembangunan dan inklusi sosial yang berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Andrias Indra.[rea]






