Pamekasan (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendiknasmen RI), Abdul Mu’ti mengajak seluruh stakeholder pendidikan khususnya para pendidik agar bersama-sama membangun generasi kuat, unggul dan berakhlak.
Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Jawa Timur 2026, di area Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (24/5/2026).
Bahkan dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya sekedar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga upaya membangun karakter dan peradaban bangsa. Sehingga pendidikan harus mampu melahirkan insan yang beriman, bertakwa, cerdas, mandiri, serta memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.
“Keberhasilan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga media. Oleh karena itu kami menekankan pentingnya penerapan konsep 3M, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus, sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan nasional,” kata Abdul Mu’ti.
Sesuai dengan tema Hardiknas 2026; ‘Menguatkan Proses Situasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’, juga selaras dengan amanat konstitusi dalam membangun generasi Indonesia yang kuat, cerdas, sehat, dan berkarakter menuju Generasi Emas 2045.
Terlebih pendidikan juga bukan sekedar pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup, karakter, serta peradaban bangsa. Terlebih selama dua tahun terakhir berbagai program pendidikan telah dijalankan bersama untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
“Konsep pembelajaran mendalam atau deep learning yang saat ini dikembangkan pemerintah sebenarnya memiliki akar kuat dalam tradisi pendidikan pesantren, di antaranya merujuk pada kitab Ta’limul Muta’allim yang mengajarkan pentingnya memuliakan ilmu, guru dan adab dalam belajar,” ungkapnya.
Selain pembelajaran, pihaknya juga mendorong pembiasaan hidup sehat melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia, di antaranya bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, serta membangun lingkungan sosial yang baik. “Kebiasaan sederhana yang dilakukan terus menerus akan membentuk akhlak dan kepribadian generasi bangsa yang kuat,” imbuhnya.
“Hal ini bisa tampak melalui program seperti Pagi Ceria, di mana siswa dibiasakan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum belajar sebagai upaya menanamkan cinta tanah air sejak dini. Pemerintah juga memperkuat pendidikan karakter melalui upacara bendera dan penguatan nilai-nilai pelajar Indonesia,” Jelasnya.
Selama ini, pihaknya juga sering menyampaikan lima pesan utama kepada pelajar Indonesia yang terus digaungkan pemerintah yakni beriman dan bertakwa, menghormati orang tua dan guru, belajar sungguh-sungguh, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.
“Oleh karena itu kami ingin mengingatkan bahwa pendidikan adalah investasi besar untuk masa depan bangsa. Anak-anak yang saat ini berada di bangku TK, SD hingga SMA disebut sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia di masa mendatang. Sehingga melalui pendidikan yang baik, kita ingin melahirkan generasi yang kuat, hebat dan membawa kemajuan bagi Indonesia,” harapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan agar pendidikan harus menjadi jalan untuk membentuk generasi Indonesia yang tangguh menghadapi tantangan masa depan. “Karena itu kita harus bisa selalu menjunjung tinggi nilai moral dan akhlak, dan kami akan terus berupaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik,” pungkasnya. [pin/aje






