Sidoarjo (beritajatim.com) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menilai perlu adanya revitalisasi terkait keberadaan Depo Pasar Ikan (DPI) di kawasan Jalan Raya Lingkar Timur, Kecamatan Sidoarjo.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perikanan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, para anggota legislatif menilai fasilitas tersebut sudah tidak layak menopang aktivitas jual beli ikan.
Sejumlah persoalan mencuat, mulai dari kondisi pasar yang kumuh, becek, hingga bau menyengat yang dinilai mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli yang pagi sampai sore beraktifitas di tempat.
Padahal, Depo Pasar Ikan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di Lingkar Timur Rangkah Kidul itu merupakan salah satu pusat belanja ikan favorit masyarakat, tidak hanya warga Sidoarjo, tetapi juga pengunjung dari luar daerah Sidoarjo.
“Harus segera ada pembenahan di Depo Pasar Ikan Sidoarjo itu,” pinta tegas Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, H. Choirul Hidayat, menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan dalam hearing Jumat (30/1/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menilai revitalisasi pasar ikan menjadi langkah penting demi menjaga keberlangsungan aktivitas jual beli segalan jenis ikan sekaligus meningkatkan daya tarik pasar.

“Keberadaan pasar ini kan sudah lama, dan banyak dikenal warga Sidoarjo maupun luar Sidoarjo, jadi harus diperhatikan secara baik kondisinya, mulai infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya,” ujarnya.
Mantan Kepala Desa (Kades) Lebo Kec. Sidoarjo itu menambahkan, keberadaan Depo Pasar Ikan berpotensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal.
Selain infrastruktur pasar, Choirul Hidayat juga menyoroti kinerja penyuluh perikanan, khususnya dalam pendampingan nelayan kupang. Menurutnya, masih banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi karena kurangnya sosialisasi.
“Nelayan sebenarnya bisa membeli solar di SPBU dengan melengkapi kartu nelayan dan data mesin perahu. Kurangnya sosialisasi membuat mereka justru membeli dari pengepul dengan harga lebih mahal,” ungkapnya.
Pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan baik infrastruktur maupun pengelolaan TPI di lingkar timur tersebut.
Sedangkan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo H.M Abud Asyrofi menyatakan kondisi Pasar Ikan di Jalan Raya Lingkar Timur kurang layak untuk aktivitas jual beli. Karena kondisi Pasar Ikan saat ini dalam kondisi kumuh, becek serta menimbulkan bau tidak sedap.

Bahkan, kata Abud, saat ini, perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah melalui dinas terkait. “Kondisi Depo Pasar Ikan di Lingkar Timur, saat ini kondisinya harus segera dibenahi agar menjadi tempat yang layak untuk proses jual beli. Karena kebutuhan ikan sangat penting dalam jumlah besar sekarang ini. Terutama, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah,” jelasnya.
Politisi muda PKB meminta Dinas Perikanan Pemkab Sidoarjo juga menata ulang Pasar Ikan Hias di Sidoarjo. Hal ini, karena ada dugaan dan laporan kerap dijadikan tempat mesum karena kurang perhatian. “Pasar ikan hias itu juga harus dibenahi, agar kembali seperti semula manfaat pembangunan Pasar Ikan Hias itu,” pintanya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, H. Anang Siswandoko, mendorong Dinas Perikanan untuk turun langsung ke lapangan dan menyusun perencanaan penataan atau grand design pasar ikan secara menyeluruh. Sehingga revitalisasi pasar ikan mampu menarik wisatawan dan dapat menjadikan tempat pelelangan ikan menjadi ikon di Sidoarjo.
“Depo Pasar Ikan ini memiliki potensi yang luar biasa. Nah jika pasar ikan ini bagus, bersih dan nyaman maka akan menarik wisatawan. Tentunya juga dapat meningkatkan pendapat daerah,” paparnya.
Senada disampaikan Sekretaris Komisi C, Hj. Ainun Jariyah. Pihaknya sebelumnya pernah menyarankan Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo untuk mengajukan anggaran revitalisasi Depo Pasar Ikan jauh sebelum pergantian kepala dinas.

Lanjut Hj. Ainun, revitalisasi penting demi mendukung keberhasilan dan keberlanjutan petani tambak. “Beberapa bulan lalu sudah saya sampaikan untuk mengajukan anggaran renovasi Depo Pasar Ikan agar operasional pasar lebih layak dan nyaman,” ungkapnya.
“Depo ini kurang nyaman untuk semua tingkatan. Saya ingin depo itu menjadi kebanggaan, bukan hanya orang tua atau ibu-ibu saja, tapi remaja juga mau membeli ikan di situ,” imbuhnya berharap.
Sedangkan anggota Komisi C lainnya, H. Emir Firdaus mendorong adanya perhatian lebih terhadap pasar ikan di Sedati melalui kerja sama dengan TNI AL sebagai pemilik lahan. Dan anggota Komisi C lainnya, M Rojik mengusulkan rencana pembangunan pasar ikan di kawasan Jabon.
“Potensi jual beli ikan dan hasil laut di Kecamatan Jabon cukup besar. Kalau tersedia pasar ikan yang memadai di Jabon, harapannya dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitarnya,” tandas Rojik.
Menanggapi permintaan Komisi C DPRD Kab. Sidoarjo, Kepala Dinas Perikanan Pemkab Sidoarjo, Muhammad Yunan Khoiron mengakui dan pihaknya siap menindaklanjuti masukan dari anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Sidoarjo.
“Kami siap melakukan pembenahan sektor pasar ikan serta meningkatkan kinerja penyuluh perikanan di lapangan. Harapannya, bisa menjadi pasar yang ideal untuk proses jual beli,” kata Yunan. [ADV/isa]






