Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar aktivitas yang kita lakukan setiap harinya melibatkan tangan, khususnya jari kita. Makan, minum, mengetik, bermain ponsel, dan berbagai aktivitas lain yang melibatkan penggunaan jari di dalamnya.
Dengan beragam aktivitas tersebut, tidak heran jika kuku tangan kita bisa menjadi sangat kotor, menjadi tempat bersembunyinya bakteri dan kuman, hingga sel kulit mati.
Menggunakan pemotong kuku untuk menjaga agar kuku tetap pendek merupakan pilihan yang baik, akan tetapi menggunakan pemotong kuku tidak sepenuhnya manjur untuk menghilangkan kotoran yang terakumulasi di bawah kuku jari tangan kita. Jika tidak terbiasa melakukan manikur, berikut ini adalah tips untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kuku kita:
Menggunakan Sabun Cuci Piring
Sabun cair atau sabun batangan biasa secara umum memang cukup untuk menjaga kebersihan kuku tangan kita. Akan tetapi, kotoran dan minyak yang terperangkap di bawahnya akan lebih mudah dihilangkan menggunakan sabun cuci piring. Kita juga bisa menggunakan sabun yang khusus dibuat untuk menghilangkan kotoran yang sulit dihilangkan, tapi sebagian besar orang merasa cukup hanya dengan menggunakan sabun biasa.
Lebih Perhatikan Kotoran Berwarna Putih
Sebagian besar kotoran yang mengendap di bawah kuku jari tangan kita adalah keratin, sejenis protein berfiber yang membentuk kuku dan rambut. Kuku kita normalnya sangat mudah mengendapkan kotoran jenis ini, dan jika dibiarkan biasanya warnanya akan berubah menjadi hijau. Kita perlu membersihkan kotoran jenis ini secara rutin.
Hindari Penggunaan Kuas atau Sikat Khusus Kuku
Meskipun membersihkan kuku menggunakan kuas atau sikat khusus kuku cukup efektif, akan sangat sulit untuk menjaga kesterilan dari kuas atau sikat khusus kuku tersebut. Jika kita tidak menggunakan yang baru setiap membersihkan kuku dengan alat ini, ada baiknya untuk menghindari penggunaannya karena kuas atau sikat kuku yang tidak steril akan meningkatkan jumlah bakteri yang menghuni kuku kita.
Hindari Penggunaan Kuku Palsu
Penggunaan kuku palsu dapat meningkatkan jumlah bakteri di kuku jari tangan kita. Jika masih ingin menggunakan kuku palsu, kita bisa memilih kuku palsu sekali pakai dengan durasi penggunaan yang tidak terlalu lama. [dwp/bjo]






