Jombang (beritajatim.com) – Melon premium menjadi primadona baru bagi petani yang ada di Desa Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang. Betapa tidak, karena Harga mahal dan panen melimpah, para petani pun full senyum. Mereka menghitung untung.
Saifur (34). petani setempat sedang sibuk di lahan pertanian miliknya seluas 600 meter persegi, Minggu (28/7/2024). Dia menyortir buah melon yang baru saja dipetik. Ukurannya besar, warnanya menawan, rasanya menyegarkan.
Saifur menanam melon premium tersebut menggunakan metode green hous atau rumah tanam. Yakni, sebuah bangunan dengan struktur tembus pandang yang dirancang untuk budi daya tanaman secara optimal. Bangunan itu berselimut platik bening tembus pandang.
Sedangkan pola tanam, Saifur menggunakan hidroponik dan pola pertanian modern yang minim pestisida. Lahan tersebut ditanami buah melon premium jenis inthanon, kingsho dan sweetnees. Jumlah totalnya 1800 batang.
Saifur mengatakan, melon premium kingsho dan sweetnees umurnya 55 hari. Sedangkan inthanon umur 65 hari baru bisa dipanen. “Perawatan mulai dari bibit, pengerjaan lahan hingga ongkos pekerja satu kali tanam menyedot biaya Rp8 sampai 10 juta,” katanya.
Biaya tersebut terbilang ringan, karena sekali panen Saifur bisa menghasilkan kisaran Rp45 juta dari melon premium ini. Namun demikian, menanam melon premium bukan tanpa kendala. Salah satunya adalah hama. Karena meski memakai metode green house, hama masih bisa masuk.
Jenis hama itu meliputi trip, kutu kebul dan walang sangit. Nah, untuk menghadang serangan hama tersebut petani muda ada Desa Wuluh ini melakukan penyemprotan insektisida selama tiga hari sekali. Ketika sudah membaik. penyemprotan dilakukan seminggu sekali.
“Sekali panen pada 1800 tanaman melon premium bisa menghasilkan 2,5 ton. Harganya, kalau retail Rp25 ribu. Sedangkan non-retail tentu harganya berbeda. Kalau ke pabrik harganya bisa lebih turun lagi karena pengambilan lebih banyak mulai 1 ton hingga 1,5 ton,” kata Saifur.
Lantas dipasarkan kemana buah premium itu? Saifur mengungkapkan, selain Jombang, buah yang rasanya segar dan manis itu dipasarkan setiap satu Minggu hingga dua Minggu sekali ke Surabaya, Malang, Pasuruan, Mojokerto dan Sidoarjo. [suf]






