Bojonegoro (beritajatim.com) – Ambisi Bojonegoro Nasional Geopark untuk meraih pengakuan dunia sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) kini memasuki tahap pendampingan intensif. Tim dari Global Geoparks Network (GGN) Association resmi memulai rangkaian verifikasi lapangan selama empat hari di berbagai geosite unggulan Kabupaten Bojonegoro, yang dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (20/1/2026).
Vice President GGN Association, Profesor Emeritus Dato’ Dr Ibrahim Komoo, menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan memberikan arahan teknis sebelum tim penilai resmi dari UNESCO turun ke lapangan. Ia menekankan bahwa kunjungan ini mencakup evaluasi fisik situs hingga diskusi spesifik mengenai tantangan yang wajib diselesaikan agar lolos penilaian internasional.
“Tujuan saya ke Bojonegoro Nasional Geopark ialah untuk melihat persediaan (persiapan) untuk diangkat menjadi UNESCO Global Geopark,” ungkap Prof Ibrahim pada Sabtu (17/1/2026).
Selama proses verifikasi, Prof Ibrahim menggarisbawahi pentingnya kemantapan manajemen dan kelestarian geowisata sebagai indikator utama. Terkait peluang Bojonegoro, ia memberikan catatan optimis meskipun tetap objektif. “Ini persoalan yang sukar untuk dijawab, tapi memang dapat saya lihat ada kemajuan di dalam persediaan, baik terkait kriteria maupun pendekatan wilayahnya juga sudah semakin teratur,” tuturnya.
Menurutnya, kesiapan manajemen dalam memelihara warisan geologi akan menjadi penentu utama apakah suatu kawasan layak menyandang status UGGp atau tidak. Agenda yang didampingi oleh General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo, beserta jajaran kepala dinas terkait ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan tata kelola geopark daerah.
Melalui seminar dan tinjauan langsung ke situs warisan geologi dan budaya, Pemkab Bojonegoro berupaya memastikan seluruh parameter penilaian UNESCO terpenuhi demi mendorong sektor pariwisata berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal. [lus/aje]






