Surabaya (beritajatim.com) – Museum Surabaya, berlokasi di Gedung Siola Lantai 1, Jalan Tunjungan kini semakin lengkap dengan beragam wisata edukasi menarik, berbalut nuansa modern.
Banyak relief sejarah Kota Surabaya dari masa ke masa. Mulai dari jaman kolonial Jepang, Belanda, sampai gambaran Kota Surabaya di masa depan.
Semua tersusun rapi, merunut keberagaman etnis di Kota Surabaya yang menjelaskan pokok pokok sejarah kampung Eropa, Pecinan, serta juga Arab.
Di situ juga merangkum ringkasan semasa hidup presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang menimba ilmu dikediamannya HOS. Cokroaminoto, di Jalan Peneleh.
Desain Museum Surabaya yang ditata kekinian itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, kawula muda. Aprilia (21) salah satu pengunjung kagum dengan desain yang ramah di lensa kamera itu. Ia menyebutnya, instagramable.
“Bagus foto di sini, jadi bisa lihat siluet diri kita di layar. Dan museum Surabaya benar – benar sudah berubah bagus banget,” jelas Aprilia, Jumat (9/8).
Aprilia mengaku merasakan perbedaan yang jauh setelah dan sebelum Museum Surabaya ini direvitalisasi. Kata dia, cocok untuk menjernihkan pikiran. Apalagi bagi kawula muda, seperti dirinya itu.
“Mungkin karena pengaruh revitalisasi, anak-anak muda bisa lebih tertarik datang ke wisata sejarah, sekaligus meramaikan pariwisata Kota Surabaya,” ucapnya.
Lebih lanjut, di Museum Surabaya ada pula kisah setiap pejabat Wali Kota yang pernah memimpin Surabaya, mengenalkan terkait kebijakan-kebijakan dan pembangunan strategis infrastruktur, yang pernah dilakukan di masanya.
Sedangkan, bagian akhir museum menyuguhkan berbagai harapan Kota Surabaya di masa depan. Di mana, Surabaya ini digambarkan sebagai kota yang mempromosikan tanggung jawab teknologi, pemerintahan partisipatif, sampai dengan sebuah kota melibatkan partisipasi anak muda di dalam setiap pengambilan keputusan (kebijakan). [ram/ian]






