Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sidoarjo optimis pencapaian predikat yang lebih tinggi untuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar Tingkat Madya Nasional di tahun 2025.
Capaian itu yakin bisa diraih karena tahun sebelumnya, Pemkab Sidoarjo sukses menyabet predikat Terbaik I Kategori Pratama pada ajang STBM Award 2024, penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI.
Optimis ini juga dibuktikan lewat peninjauan lapangan oleh Tim Verifikasi Kemenkes RI, ke lima titik unggulan yang menjadi representasi keberhasilan penerapan STBM di Sidoarjo.
Mulai dari sekolah, puskesmas, permukiman, hingga tempat pengolahan akhir sampah semuanya menyuarakan semangat kolaborasi, inovasi, dan kesadaran lingkungan.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi menegaskan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya prestasi administratif, tapi lahir dari semangat gotong royong lintas sektor. Kabupaten Sidoarjo tidak sedang mengejar penghargaan semata. Ini tentang bagaimana masyarakat bisa benar-benar hidup bersih, sehat, dan mandiri.
“STBM 5 Pilar Tingkat Madya adalah bukti bahwa Sidoarjo layak menjadi kabupaten yang berdaya, berkelanjutan, dan layak huni,” ujarnya Kamis (26/6/2025).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati menekankan pentingnya sinergi hexahelix-pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta, media, dan komunitas—untuk mewujudkan cita-cita besar ini.
“Kekuatan Sidoarjo terletak pada peran aktif masyarakat. Setiap lokus yang kami tampilkan hari ini adalah hasil nyata kolaborasi yang berjalan,” ungkap Fenny.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati, menekankan bahwa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan sanitasi.
“STBM bukan sekadar infrastruktur. Kami ingin kebersihan dan sanitasi menjadi budaya hidup warga, mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, hingga rumah tangga,” harapnya.

Lanjut Lakhsmi peninjauan oleh Kementerian Kesehatan ini diharapkan menjadi pintu gerbang Sidoarjo untuk meraih predikat STBM Award Tingkat Madya Nasional dan terus melangkah menjadi Kabupaten STBM 5 Pilar penuh.
“Dengan strategi yang holistik dan partisipatif, Sidoarjo tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun peradaban masyarakat sehat yang mandiri yang menjadikan sanitasi bukan sekadar kebutuhan, tetapi budaya hidup sehari-hari,” urainya.
Seperti diketahui, ada lima lokus unggulan STBM Sidoarjo 2025, yakni pertama, di SMPN 1 Gedangan menjadi sekolah percontohan dengan penerapan 5 Pilar STBM, kantin sehat bebas 5P (Pewarna, Pengawet, Perasa, Pemanis buatan, Penyedap), pembayaran non-tunai, fasilitas CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), dan grease trap di dapur.
Kedua, Puskesmas Gedangan yang menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis kesetaraan dan inklusivitas (GEDSI) atau pendekatan pembangunan yang memastikan setiap orang, tanpa memandang jenis kelamin, disabilitas, atau latar belakang sosial, memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan berkualitas, serta menjadi role model pelayanan publik yang mengintegrasikan STBM secara menyeluruh.
Lokus ketiga di RT 40 Perumahan Magersari – Kampung Mandiri yang dilengkapi inovasi “Rumah STBM”, simulasi Layanan Lumpur Tinja Terpadu (LLTT), yakni layanan penyedotan lumpur tinja dari tangki septik yang dilakukan secara berkala sesuai jadwal yang telah ditentukan, Tabungan Masyarakat Sejahtera (TAMMARA) hasil kolaborasi dengan BPR Delta Artha, Bank Sampah, dan pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA).
Lokus keempat di RT 23 Perumahan Sekardangan yang menjadi Kampung Edukasi Sampah. Masyarakat setempat aktif mengelola sampah melalui edukasi, bank sampah, produksi pupuk cair organik, penggunaan solar cell, IPAL komunal, dan budaya CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)
yang sudah mengakar di masyarakat Sekardangan.
Terakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Inovasi dari Hulu ke Hilir menjadi yang pertama di dunia mengelola keuangan persampahan dengan model Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menerapkan metode Emission Reduction in Cities (ERiC) dan Sanitary Landfill, serta menghasilkan kompos dan eco-lindi melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern. [isa/aje]






