Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah padatnya rutinitas, Gen Z punya cara tersendiri untuk mengatur ulang energi dan menjaga kesehatan mental yaitu lewat me time.
Bagi generasi yang tumbuh di era digital ini, me time bukan sekadar waktu sendiri, tapi momen penting untuk menyeimbangkan hidup yang serba cepat.
Berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z lebih terbuka dalam mengakui kebutuhan untuk istirahat dari tekanan sosial, akademik, atau pekerjaan.
Mereka memahami pentingnya ruang pribadi untuk menjaga kesehatan mental, dan tidak merasa bersalah untuk mengambil jeda sejenak dari dunia luar.
Me time versi Gen Z tidak harus mewah atau rumit. Banyak dari mereka memilih aktivitas sederhana namun efektif, seperti mendengarkan musik lewat headphone sambil rebahan, menonton serial favorit di platform streaming, atau sekadar membuat minuman hangat dan menikmati waktu hening di kamar.
Aktivitas seperti journaling, menggambar digital, atau merawat tanaman hias juga menjadi pilihan populer karena memberi efek relaksasi dan rasa pencapaian kecil.
Di sisi lain, ada juga Gen Z yang memanfaatkan teknologi untuk me time dengan cara aktif: bermain game online, belajar hal baru lewat YouTube, hingga membuat konten kreatif di media sosial.
Meskipun tampak tetap “terhubung”, kegiatan ini sering kali menjadi pelarian positif dari tekanan hidup dan memberi ruang ekspresi diri yang menyenangkan.
Menariknya, konsep me time bagi Gen Z tidak lepas dari kesadaran akan pentingnya self-care. Banyak dari mereka yang sudah terbiasa dengan rutinitas perawatan diri seperti skincare, meditasi singkat lewat aplikasi, atau sekadar jalan santai sore hari sambil mendengarkan podcast. [aje]






