Pasuruan (beritajatim.com) – Tingkat ketenagakerjaan di Kota Pasuruan kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan profil pendidikan pekerja yang belum berimbang. Meski jumlah penduduk bekerja mencapai ratusan ribu, sebagian besar masih didominasi lulusan sekolah dasar.
Informasi tersebut terungkap dalam Berita Resmi Statistik mengenai ketenagakerjaan yang dirilis BPS Kota Pasuruan pada Desember 2025. Data tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi angkatan kerja hingga distribusi pekerja berdasarkan sektor dan tingkat pendidikan.
Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji menjelaskan bahwa jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2025 mencapai 122.520 orang, sementara masih ada 5.900 orang yang berstatus penganggur. “Komposisi ini menggambarkan dinamika ketenagakerjaan yang terus bergerak setiap tahun,” ujar Imam.
Dari sisi pendidikan, jumlah pekerja berpendidikan SD ke bawah tercatat 31.770 orang atau 25,93 persen dari total pekerja. Imam menyebut persentase tenaga kerja berpendidikan tinggi jauh lebih sedikit, yakni 3.420 orang lulusan Diploma dan 17.670 orang lulusan universitas.
“Pekerja berpendidikan tinggi tercatat hanya 2,79 persen untuk Diploma dan 14,42 persen untuk universitas,” terangnya. Angka ini menunjukkan kesenjangan tingkat pendidikan di pasar kerja Kota Pasuruan masih cukup lebar.
Yang cukup menjadi perhatian, jumlah pekerja lulusan universitas justru turun 280 orang dibanding Agustus 2024. Sebaliknya, pekerja berpendidikan SD ke bawah naik 700 orang pada periode yang sama.
Untuk sektor pekerjaan, jasa masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 68,06 persen. Disusul sektor industri 27,47 persen dan sektor pertanian 4,47 persen.
Imam mengatakan pola ini serupa dengan kondisi 2023 dan 2024, tetapi ada perubahan pada kenaikan pekerja sektor jasa. “Sektor jasa menjadi satu-satunya yang mengalami peningkatan dengan tambahan 9.724 pekerja,” ungkapnya.
Sementara sektor industri dan pertanian tercatat menurun masing-masing 2.658 dan 386 pekerja dibanding Agustus 2024. Tren ini menunjukkan pergeseran penyerapan tenaga kerja dari sektor produksi ke sektor layanan. (ada/kun)






