Sumenep (beritajatim.com) – Warga Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di bibir pantai setempat.
“Mayat itu pertama kali ditemukan Sahna, nelayan setempat saat akan melaut. Saat ditemukan, mayat itu mengapung dalam posisi telentang, mengenakan baju biru motif bunga-bunga,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (16/12/2021).
Mayat itu terlihat oleh Sahna saat ia ada di pantai, bersiap untuk melaut. Saat menoleh ke laut, ia melihat ada mayat terapung. Ia pun berinisiatif membawa mayat itu ke pinggir pantai.
Ia kemudian menghubungi kepala desa setempat, menyampaikan ada penemuan mayat. Kepala desa kemudian menghubungi Polsek yang langsung menuju lokasi penemuan mayat bersama tim medis Puskesmas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Tak berselang lama, identitas mayat tersebut diketahui. Ada pihak keluarga yang mengenali mayat korban. Mayat tersebut diketahui bernama Suliya (40), warga Desa Gendang Barat, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi.
“Menurut keterangan pihak keluarga, perempuan yang ditemukan sudah menjadi mayat itu mempunyai riwayat gangguan jiwa,” ungkap Widiarti.
Tidak diketemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal karena celaka sendiri. Menurut hasil visum luar yang dilakukan tim medis dari puskesmas Nonggunong, korban meninggal 2 jam sebelum ditemukan.
“Pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak otopsi dan menganggap peristiwa itu merupakan musibah,” terangnya. (tem/ted)






