Ringkasan Berita
Dhoho Night Carnival 2026 Kota Kediri mendapat apresiasi dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang menilai acara tersebut memadukan budaya, kreativitas, dan kepedulian lingkungan.
Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan Dhoho Night Carnival menjadi bagian dari penguatan program Kediri City Tourism (D’CITO) untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
DNC 2026 mengusung tema “Symphony of Nature” dengan konsep zero waste serta menampilkan subtema Fantasy Universe dan Royal Kingdom.
Ribuan warga memadati rute baru karnaval dari Balai Kota Kediri hingga Taman Brantas yang ditutup dengan pertunjukan drone show dan festival kembang api.
Kediri (beritajatim.com) – Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 Kota Kediri kembali menjadi magnet wisata dalam rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute karnaval mulai dari Balai Kota Kediri, Jalan Dhoho, hingga Taman Brantas untuk menyaksikan parade budaya yang berlangsung meriah, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang turut berjalan menyusuri rute karnaval sambil menyapa masyarakat. Perhelatan tahun ini juga dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Dhoho Night Carnival.
Di area akhir karnaval, masyarakat disuguhkan pertunjukan drone show dengan berbagai formasi serta festival kembang api yang menambah kemeriahan malam perayaan Hari Jadi Kota Kediri.
“Malam ini saya bahagia sekali bisa menyaksikan Dhoho Night Carnival 2026. Promosi di sosial medianya juga sangat baik dan terobati hari ini ketika datang antusiasme masyarakat luar biasa. Jadi sukses untuk Dhoho Night Carnival malam ini,” ujar Zita Anjani.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata itu mengaku terkesan karena Dhoho Night Carnival digelar pada malam hari, berbeda dengan karnaval pada umumnya yang biasa dilaksanakan siang atau sore hari.
Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil memadukan kreativitas masyarakat dengan kekayaan budaya lokal sehingga layak menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan kelestarian lingkungan.
“Atas nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata kami mengapresiasi Pemerintah Kota Kediri beserta seluruh seniman, komunitas, dan masyarakat yang telah menjadikan Dhoho Night Carnival sebagai ruang bertemunya budaya, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Zita Anjani juga mengaku kagum terhadap tenun ikat khas Kota Kediri. Bahkan, saat menghadiri Dhoho Night Carnival, ia mengenakan busana berbahan tenun ikat sebagai bentuk apresiasi terhadap produk budaya lokal.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Zita Anjani dalam puncak perayaan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147.
“Selamat datang kami sampaikan pada Ibu Zita Anjani yang hadir malam ini. Terima kasih telah bergabung dalam Dhoho Night Carnival. Kehadiran Bapak Ibu sekalian sangat berarti bagi kami dan tentunya semakin menambah kemeriahan acara ini,” ujar Vinanda.
Mbak Wali menjelaskan Dhoho Night Carnival 2026 Kota Kediri telah berkembang menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan program Kediri City Tourism (D’CITO) yang mendorong setiap event menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan, kuliner, hingga usaha masyarakat.
Mengusung tema “Symphony of Nature”, Dhoho Night Carnival tahun ini menampilkan karya-karya kreatif berbasis konsep zero waste, memanfaatkan material daur ulang menjadi kostum dan karya seni yang menarik.
“Malam ini kita akan menyaksikan karya-karya luar biasa yang lahir dari semangat zero waste, dari material daur ulang, dari barang-barang yang mungkin dianggap tidak lagi bernilai, namun di tangan para kreator justru berubah menjadi karya yang memukau. Inilah bukti, menjaga bumi, alam, dan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kreatif dan menyenangkan,” paparnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rute Dhoho Night Carnival kali ini dimulai dari Balai Kota Kediri, melintasi Jalan Dhoho, kawasan Pecinan di Jalan Yos Sudarso, hingga berakhir di Taman Brantas. Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan dua subtema utama, yakni Fantasy Universe dan Royal Kingdom, yang menghadirkan perpaduan imajinasi, sejarah, dan budaya dalam satu panggung kreativitas.
Vinanda menambahkan, semangat Hari Jadi Kota Kediri tahun ini yang mengusung tema “Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi” tercermin dalam kolaborasi antara generasi muda, seniman, budayawan, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak untuk kolaborasi dalam DNC malam ini. Semoga, di masa mendatang, DNC bisa lebih keren, besar, dan makin meriah,” imbuhnya.
Salah seorang warga, Nana, mengaku selalu menantikan Dhoho Night Carnival setiap peringatan Hari Jadi Kota Kediri. Ia datang bersama keluarganya sejak pukul 18.30 WIB agar memperoleh lokasi terbaik untuk menyaksikan parade.
“Setiap tahun saya selalu menonton Dhoho Night Carnival. Ini memang acara yang paling saya tunggu saat ulang tahun Kota Kediri. Tahun ini rutenya berbeda, jadi terasa lebih menarik. Semoga tahun depan acaranya semakin meriah, ada hal-hal baru lagi yang bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap Kota Kediri terus berkembang di bawah kepemimpinan Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin.
“Semoga Kota Kediri semakin baik, semakin maju, dan tentunya semakin MAPAN,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI Agus Widiatmoko, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh A.M. Qowimuddin, Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Rivo Chandra, Ketua Pengadilan Negeri Kediri Khairul, jajaran Forkopimda Plus, pimpinan dan anggota DPRD, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, para kepala OPD, camat, lurah, serta tamu undangan lainnya. [nm/but]






