Surabaya (beritajatim.com) – Nasib apes dialami oleh Satria Septiawan warga Margorejo Masjid, Wonocolo, Surabaya. Ia yang sehari-hari berjualan kopi dihajar oleh 2 pemabuk di malam takbiran Rabu (10/04/2024). Ia dipukuli oleh Danies Budi dan Ahmad Dodik saat akan membantu 2 pemabuk itu menuntun sepeda motor yang mogok.
Kapolsek Wonocolo, Kompol M Sholeh mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi di depan warkop Jalan Sidosermo. Saat itu, dua tersangka Danies Budi dan Ahmad Dodik dalam kondisi mabuk usai pesta miras di Rungkut. Keduanya mengalami masalah karena sepeda motor CB yang dikendarai kedua tersangka mogok.
“Karena tampak kesusahan, oleh korban lalu ditanyai ada masalah apa kok sampai menuntun sepeda motor. Korban niatnya membantu,” kata Sholeh dihubungi Beritajatim.com, Rabu (08/05/2024).
Bukannya menjelaskan, pertanyaan baik dari Satria malah dibalas dengan pukulan. Keduanya tanpa basa-basi langsung memukuli Satria. Korban yang panik pantas lari masuk ke arah warung kopi.
Saat sembunyi di warung kopi, kedua tersangka kian brutal. Ia melempari Satria dengan paving hingga kena beberapa bagian tubuh. Barang-barang yang ada di dalam warung kopi pun rusak. Keduanya baru berhenti ketika warga datang dan mengamankan kedua tersangka. “Kondisi korban luka parah di bagian kepala. Kepalanya bocor lalu juga barang-barang di warung rusak semua,” imbuh Sholeh.
Kedua tersangka lantas dibawa ke Polsek Wonocolo. Saat sadar, keduanya diinterogasi oleh petugas. Danies Budi mengaku bahwa saat itu ia dalam kondisi teler dan tersinggung dengan pandangan mata dan teguran dari korban. Sehingga ia langsung melakukan pemukulan. Sementara, temannya Ahmad Dodik malah ikut-ikutan memukul karena melihat teman mabuknya bertengkar.
“Tersangka Danies merupakan residivis di kasus yang sama. Memang dia terkenal mudah marah. Sementara temannya Dodik baru pertama masuk penjara,” pungkas Sholeh. (ang/kun)






