Gresik (beritajatim.com) – Memasuki masa tanam, direksi Petrokimia Gresik melakukan inspeksi ke sejumlah distributor dan kios pupuk di beberapa daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan stok pupuk di Indonesia, khususnya Jawa Timur, aman.
Berdasarkan data anak usaha Pupuk Indonesia, stok pupuk bersubsidi di Bojonegoro, Petrokimia Gresik, mencapai 8.936 ton, terdiri dari Urea sebanyak 5.607 ton dan NPK Phonska sebanyak 3.329 ton. Selain itu, stok pupuk nonsubsidi juga disiapkan sebanyak 415 ton untuk pupuk Urea dan NPK.
Di Kabupaten Ngawi, Petrokimia Gresik menyiapkan persediaan pupuk bersubsidi sebanyak 7.043 ton, dengan rincian Urea 4.196 ton dan NPK Phonska 2.847 ton. Pupuk nonsubsidi, baik Urea maupun NPK, juga tersedia sebanyak 524 ton.
Pada Kebumen, Jawa Tengah, stok pupuk bersubsidi yang disiapkan mencapai 3.915 ton, terdiri dari Urea 2.781 ton dan NPK Phonska 1.134 ton. Sementara itu, pupuk nonsubsidi sebanyak 510 ton juga disiapkan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, menyatakan bahwa musim tanam di beberapa daerah mengalami keterlambatan akibat cuaca. Petrokimia Gresik telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi dan nonsubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani. Stok pupuk tersebut bahkan melebihi ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah. Persediaan di gudang lini III atau kabupaten/kota dianggap aman untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tiga pekan ke depan.
“Kami pastikan aman, bagi petani yang belum terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi bisa memanfaatkan pupuk nonsubsidi,” ujar Dwi Satryo Annurogo. [dny/but]
Beritajatim.com adalah media online berbasis di Surabaya, dan fokus pada pemberitaan di wilayah Jawa Timur. Sejak awal, beritajatim.com memegang teguh kaidah jurnalistik dalam pemberitaan, sehingga aspek akurasi, disiplin verifikasi, independen, melekat kuat di setiap berita Selengkapnya