Blitar (beritajatim.com) – Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang masuk kategori rawan bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor hingga tanah bergerak.
Berangkat dari fakta ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berinisiatif membentuk Kampung Siaga Bencana Berbasis Kawasan. Sosialisasi pun langsung dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar bersama dinas sosial di sejumlah kecamatan yang rawan terjadi bencana, Selasa (22/11/2022).
“Hari ini kita lakukan sosialisasi kegiatan fasilitasi pembentukan dan aktivasi Kampung Siaga Bencana Berbasis Kawasan di Lodoyo, jadi kita libatkan masyarakat untuk antisipasi penanganan bencana,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom, di Kecamatan Sutojayan.
Sosialisasi dan pelatihan kampung siaga bencana ini digelar selama empat hari, dan melibatkan perwakilan warga dari sejumlah desa. Dalam kegiatan ini masyarakat diberikan pembekalan tentang antisipasi dan penanganan dampak bencana.
Diharapkan dengan begitu resiko jatuhnya korban jiwa saat bencana dapat diminimalisir.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
“Kita libatkan warga, untuk antisipasi dan mitigasi bencana terhadap bencana yang bisa timbul sehingga warga bisa paham apa-apa yang harus dilakukan saat bencana melanda” imbuhnya
Pembentukan dan aktivasi kampung siaga bencana ini sudah digelar oleh Pemkab Blitar di delapan kecamatan berbeda. Lokasi pembentukan kampung siaga bencana ini juga difokuskan pada daerah yang rawan terjadi bencana, seperti kecamatan Sutojayan dan kecamatan Panggungrejo.
Selain melakukan pembekalan, diharapkan melalui kegiatan ini terjalin sinergitas antara masyarakat dengan pihak terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial. Sehingga saat terjadi bencana proses evakuasi maupun penanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.
“Kita berharap dengan ini warga bisa tahu apa yang dilakukan saat terjadi bencana dan bisa bersinergi dengan pihak terkait untuk penanganan bencana,” jelasnya.
Wilayah Kabupaten Blitar sendiri memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir yang biasa terjadi di wilayah Kecamatan Sutojayan, hingga yang saat ini masih terjadi yakni bencana tanah bergerak di 5 titik yang berbeda.
Selain pembentukan kampung siaga bencana, Pemerintah Kabupaten Blitar juga telah meminta agar BPBD dan Dinas Sosial mempersiapkan segala peralatan untuk mengantisipasi dan menangani bencana yang terjadi. [owi/beq]






