Sidoarjo (beritajatim.com) – Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 78, Master Gallery (MG) menggelar pameran karya seni bertemakan Independenceart2023, di kantor MG Ruko Graha Niaga Buduran B-10 Jalan Siwalanpanji Buduran Sabtu (12/8/2023).
Pendiri Master Gallery Ali Aspandi mengatakan, pameran ini diadakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 78, sebagai bentuk rasa nasionalisme kepada negeri ini dengan cara kita menantang para seniman kekinian untuk berkarya tentang kemerdekaan, keindonesiaan, nasionalisme dan antikolonilisme.
“Saya pikir seniman punya hak yang sama bisa berbicara tentang narasi itu. Jadi tak hanya para pejabat, sejarawan atau polikus saja,” ucapnya.
Baca Juga: Tangani Stunting, 4 Kecamatan Masuk Radar BTS di Banyuwangi
Ali menambahkan, puluhan karya dari sebanyak 35 seniman dari beberapa kota di Jawa Timur yang mengirim karyanya acara pameran mulai 12 Agustus sampai 31 Agustus 2023 mendatang. “Setelah dikurasi, ada 15 karya seni terpilih karena mendekati tema pameran ini,” sebutnya.

Pameran ini adalah yang tiga kalinya dibuat oleh Master Gallery sejak didirikan pada 12 Maret 2023. Master Gallery ini didirikan dengan visi visi sebagai ruang pamer karya seni alternatif, dengan sistem kurasi, untuk mensupport seniman lokal dengan beragam latar belakang, usia, asal-usul, jenis kelamin, unior senor, bahkan yang profesional maupun amatiran.
“Karena kami sadar bahwa seniman yang pro pun dulu juga berawal dari amatiran. Bagi saya yang amatiran – amatiran ini juga perlu diberi ruang yang sama agar tumbuh bibit-bibit seniman baru, sirkel baru, dan ekosistem seni baru, dengan harapan agar mereka punya masa depan dan harapan lebih baik,” jelas mantan Ketua Dewan Kesenian (Dekesda) Kab. Sidoarjo itu.
Baca Juga: Pra Festival Sastra Kota Malang, Ada Pelatihan Menulis Esai dengan Topik Kayutangan Heritage
Disampaikannya, startegi ini memang jarang dipakai oleh galeri-galeri pada umumnya, apalagi galeri murni bisnis dan papan atas. Karena lebih ribet, banyak makan waktu, tenaga, dan pikiran. Mereka lebih suka berkolaborasi dengan seniman yg pro saja, lebih mudah, galerinya juga cepat naik daun, dan mungkin cepat pula dapat cuan.
“Bagi galeri ini kami sadar mengambil tanggungjawab itu. Lagi pula, harus diingat bahwa setiap era, pasti akan terlahir generasi seniman baru dengan konsep karya keunikannya sendiri. Mereka harus kita openi, kita pupuk, kita dorong, kita support sebagai stakeholder kita, selain para kolektor seni. Harapan kami dalam pameran dengan karya-karya itu dapat sebagai penanda peristiwa sejarah kemerdekaan Indonesia,” terang lawyer kondang asal Sidoarjo itu. (isa/ian)






