Jakarta (beritajatim.com) – Massa pendemo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 15:30 WIB, Senin (11/4/2022). Mereka membubarkan diri setelah ditemui langsung oleh pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat mendorong pagar kokoh Gedung MPR/DPR/DPD RI agar bisa menemui wakil rakyat. Sekitar pukul 15:10, Dasco bersama Jenderal Sigit menemui pendemo dan naik ke mobil komando aksi untuk menerima aspirasi. Dasco berjanji menerima dua aspirasi mahasiswa terkait penolakan masa perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo-mahasiswa”]
“DPR untuk tidak melakukan penundaan pemilu. Pemerintah dan DPR kami sepakat untuk kawan-kawan. Tahapan pemilu oleh pemerintah dan DPR berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Dasco.
Sementara Kapolri memastikan jajarannya akan bekerja keras mengawal demo mahasiswa 11 April. “Suara mahasiswa adalah suara demokrasi. Suara demokrasi harus selalu kita kawal,” kata Jenderal Sigit.
Pendemo dari BEM SI pun membubarkan diri dengan tertib. Namun provokasi muncul dari pendemo di luar mahasiswa. Mereka melempari mahasiswa hingga terjadi pemukulan. Namun bentrokan lebih luas dapat dicegah. [hen/suf]






