Surabaya (beritajatim.com) – Massa gerakan kotak kosong di Pilwalkot Surabaya, dari elemen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur mengancam membubarkan debat publik pertama pasangan calon tunggal, Rabu (16/10) malam ini.
Massa mengancam membubarkan debat publik karena merasa tidak diwakili oleh KPU Surabaya, yang dituding menolak menyediakan kursi untuk suara ‘kotak kosong’.
“Saya sampaikan terbuka ke Mas Nano (Ketua KPU Surabaya) kalau ndak ada kursi kosong di atas panggung saya bubarkan debat publiknya. MAKI Jatim yang bubarkan,” terang Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satrio, dikonfirmasi Selasa (15/10).
Heru mengatakan, gerakan kotak kosong merasa perlu menyampaikan pendapat dan mendebat argumen pasangan calon tunggal di panggung debat. Yang hanya diikuti oleh incumbent Eri Cahyadi-Armuji. “Artinya biar masyarakat melihat ini demokrasi yang memang diinginkan paslon bergambar. Kalau itu tidak ada, MAKI Jatim akan bubarkan debat publik, masalah konsekuensi hukum urusan belakang,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua KPU Surabaya Soeprayitno akrab disapa Nano turut menjelaskan, pihaknya KPU hanya mengundang Eri Cahyadi-Armuji, ketua partai politik dan tim pemenangan paslon pada debat perdana Pilwalkot Surabaya, dengan tema ‘pelayanan dan kesejahteraan masyarakat’. “Itu yang terundang pihak paslon, tim pemenangan terus sama perwakilan partai politik,” kata Nano.
Pihaknya pun mengaku tidak bisa mengundang perwakilan massa dari gerakan kotak kosong saat saat debat nanti. Kata dia, karena terbentur regulasi. “Jadi di sini diksinya bukanlah peserta, di ketentuan kami tidak ada keharusan mengundang mereka. Terus kalau mengundang [kotak kosong], itu mau mengundang siapa,” rinci dia. [kun]






