Ringkasan Berita:
- Masjid Al Akbar Surabaya menyiapkan kapasitas hingga 40 ribu jemaah untuk Salat Iduladha 1447 Hijriah.
- Panitia mengatur jalur masuk jemaah pria dan wanita secara terpisah untuk menghindari penumpukan.
- Sejumlah kantung parkir tambahan disiapkan di sekitar kawasan masjid.
- Tim medis dan ambulans disiagakan guna mendukung keamanan dan kenyamanan jemaah.
Surabaya (beritajatim.com) – Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tengah mempersiapkan pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang akan digelar pada Rabu, 27 Agustus 2026. Masjid terbesar kedua di Indonesia tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 40 ribu jemaah.
Kapasitas besar itu nantinya akan dibagi ke sejumlah area salat, mulai lantai satu, lantai dua, hingga halaman masjid. Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, mengatakan panitia telah menyiapkan skema pengaturan jalur masuk jemaah pria dan wanita secara terpisah guna menghindari kepadatan di titik tertentu.
“Jemaah perempuan dapat masuk melalui sisi utara (pintu 1, 3, 4, dan 8), sisi timur (pintu 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 32, 33, 34), serta sisi selatan (pintu 37, 38, 39),” ujar Helmy, Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, jemaah laki-laki diarahkan masuk melalui lorong wudhu utara di antara pintu 5 dan 6, sisi timur melalui pintu 23 dan 25, serta sisi selatan melalui pintu 41, 43, 44, dan lorong wudhu antara pintu 40 dan 41.
Dengan total 45 pintu yang dimiliki masjid, panitia juga menyarankan jemaah memanfaatkan layanan Virtual Tour 3D melalui situs resmi Masjid Al Akbar Surabaya untuk memudahkan navigasi area masjid.
Virtual Tour Masjid Al Akbar Surabaya
Selain pengaturan jalur masuk, panitia juga telah mematangkan seluruh persiapan teknis pelaksanaan Salat Iduladha. Tahun ini, khutbah Iduladha mengangkat tema “Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul”.
“Salat Iduladha akan dimulai tepat pukul 06.00 WIB,” jelas Helmy.
Pelaksanaan salat akan dipimpin Imam Besar Masjid Al Akbar, KH Abdul Hamid Abdullah, sedangkan khutbah akan disampaikan KH Abd Halim Soebahar yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.
Untuk menunjang kenyamanan kendaraan jemaah, panitia telah memetakan sejumlah titik parkir utama dan tambahan di sekitar kawasan masjid.
Area parkir sepeda motor dipusatkan di sisi utara dengan kapasitas sekitar 1.500 unit dengan infaq parkir Rp2.000. Sementara parkir mobil jemaah berada di sisi selatan, tepatnya di depan Gedung MUI Jawa Timur dengan kapasitas sekitar 100 unit dan infaq Rp5.000.
Panitia juga menyiapkan area parkir khusus tamu VIP di sisi barat masjid dengan kapasitas sekitar 100 kendaraan.
Jika area parkir utama penuh, kantung parkir tambahan telah disiapkan di lapangan Pasar Rakyat Jambangan Utara, area Gereja Katolik Sakramen Mahakudus, SMP Negeri 22 Surabaya, serta beberapa ruas jalan sekitar yang pengaturannya akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Faktor keselamatan dan layanan kesehatan juga menjadi perhatian utama panitia. Tim medis gabungan akan disiagakan selama kegiatan berlangsung, terdiri atas tiga dokter dari Rumah Sehat Masjid Al Akbar, tujuh perawat dari RSUD dr Soetomo, serta 30 paramedis dari PMI Kota Surabaya.
Selain itu, sebanyak enam unit ambulans juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama pelaksanaan Salat Iduladha.
Sebagai penutup, Helmy mengimbau para jemaah untuk membawa tas kecil khusus guna menyimpan alas kaki masing-masing ke dalam area salat agar tidak terjadi penumpukan sandal dan sepatu di area pintu keluar.
“Jemaah juga diharapkan tetap waspada dan menjaga barang bawaan masing-masing selama kegiatan berlangsung,” pungkasnya. [rma/beq]






