Surabaya (beritajatim.com) – Masa tenang untuk Pemilu 2024 dimulai dari 11-13 Februari. Masa tenang ini diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum.
Masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye Pemilu. Sehingga, tidak boleh ada aktivitas kampanye apapun sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Ayat (4) PKPU Nomor 15 Tahun 2023.
Saat ini, muncul sebuah film yang dinamai Dirty Votes. Film itu menguak praktik kecurangan di Pemilu 2024. Apa tanggapan TKD Prabowo-Gibran Jatim?
Boedi Prijo Soeprajitno selaku ketua TKD Jatim menyampaikan, bahwa kebanyakan isi dari film itu adalah tak lain hanya kepentingan propaganda. “Saya lihat film ini isinya banyak bias, lihat saja survey yang ditampilkan dalam awal film ini ditampilkan. Jelas-jelas data yang ditampilkan adalah survey lama akhir tahun 2023 yang menunjukkan bahwa film ini dibuat dengan metode selective bias. Ini artinya data-data yang ditampilkan diambil parsial untuk merugikan paslon tertentu dan menguntungkan kelompok mereka,” kata Boedi kepada media, Selasa (13/2/2024).
Boedi juga menyampaikan, bahwa meskipun propaganda ini disengaja, pihaknya meyakini bahwa film ini tidak berpengaruh kepada warga Jatim.
“Kami sudah paham polanya. Ngaku-ngaku edukasi politik kepada pemilih, tapi filmnya kok cuma muncul tiap 5 tahun sekali,” ujar Boedi.
“Lima tahun yang lalu juga muncul film serupa dari pembuat yang sama, bernama Sexy Killers untuk menjelek-jelekkan Pak Jokowi di masa tenang kampanye. Namun, Alhamdulillah buktinya film tersebut nggak ngefek terhadap suara Pak Jokowi di Jatim dan beliau tetap menang, Artinya, film propaganda serupa juga nggak akan berpengaruh bagi warga Jatim,” imbuh Boedi yang juga mantan Kepala Bapenda Jatim ini.
Boedi kembali mengingatkan di masa tenang ini untuk seluruh masyarakat terus menjaga kondusivitas. “Mari seluruh warga Jawa Timur untuk terus menjaga kondusivitas di masa tenang ini. Jangan ikut-ikutan menyebarkan narasi propaganda negatif yang kontraproduktif. Mari fokus mengawal pilpres 2024 dengan damai dan riang gembira,” pungkas Boedi. [tok/aje]






