Gresik (beritajatim.com) – Pendiri Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat yang kontroversial, Panji Gumilang atau dikenal dengan nama Abdus Sallam Panji Gumilang adalah pria kelahiran Gresik. Dia menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Sejak kecil, Panji Gumilang dikenal sudah memiliki jiwa sebagai pemimpin. Hal ini diceritakan oleh Abdul Wahib (64), adik keempat dari Panji Gumilang
Warga asal Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik itu kini tinggal bersama istri dan dua orang anaknya. Dengan mengenakan peci, berkaos putih dan berkacamata minus, Abdul Wahib dengan detail menceritakan bagaimana kakaknya Panji Gumilang menghabiskan masa kecil di rumah yang ditempati sekarang.
Di rumah berukuran 15×50 meter tersebut, Panji Gumilang empat bersaudara menyelesaikan pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Maskumambang. Sebelumnya akhirnya melanjutkan ke Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, lalu ke pendidikan tinggi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
“Saya memanggilnya cacak (kakak) kalau di kampung kami dikenal dengan nama Abdus Sallam Panji Gumilang,” ujar Abdul Wahib kepada beritajatim.com, Sabtu (24/6/2023).
Baca Juga:
Kecelakaan Sesama Pengendara Motor, Warga Sidayu Gresik Meninggal di TKP
Abdul Wahib yang juga mantan Kepala Desa Sembunganyar mengatakan, kakaknya itu juga mantan pendidik seperti dirinya. Tidak salah bila dunia yang digeluti sekarang tidak jauh dari dunia pendidikan. Yakni mendirikan Pondok Pesantren Al-Zaytun.
“Pemberitaan yang menyangkut kakak saya tidak semua benar. Sebab, banyak yang dipotong-potong saat ditampilkan di media televisi hal ini yang perlu dicermati,” ungkapnya.
Ayah dua anak itu juga menambahkan, sewaktu mendirikan Al Zaytun dirinya diberitahu akan mendirikan pondok pesantren tersebut. Bahkan, dua anaknya juga mengenyam pendidikan di tempat kakaknya tersebut.
“Anak saya juga pernah menimba ilmu di Al Zaytun dan sekarang sudah lulus berkeluarga kembali ke desanya,” imbuhnya.
Baca Juga:
Ajang Porseni Jatim, Gresik Target Masuk 3 Besar
Diakui Abdul Wajib, kakaknya Panji Gumilang setiap tahun pulang sekedar bersilaturrahmi serta berziarah ke makam orang tuanya yang tidak jauh dari Desa Sembunganyar.
“Setiap tahun pulang ke rumah asalnya baik itu menjelang Idul Fitri maupun hari raya. Di lingkungan kami warga juga respek dengan kehadiran kakak saya,” paparnya.
Seperti diberitakan, pendiri Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang mendapat protes dari masyarakat. Ini karena keberadaan pondok pesantren tersebut dianggap kontroversi. Sehingga, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan. [dny/beq]






