Pasuruan (beritajatim.com) – RSUD Bangil terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pasuruan dengan menghadirkan inovasi layanan Jelita Siaga. Program ini bertujuan memberikan penanganan cepat dan terintegrasi bagi ibu hamil dan bayi dalam kondisi darurat.
Jelita Siaga merupakan akronim dari “Jemput, Layani, Tangani”, yang menjadi sistem pemantauan terpadu antara RSUD dan para bidan wilayah. Layanan ini tidak hanya meningkatkan respons kedaruratan, tapi juga membangun sinergi antar tenaga kesehatan di lapangan.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Ia menilai layanan tersebut akan berdampak besar terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi yang selama ini menjadi perhatian serius.
“Saya sangat mendukung layanan Jelita Siaga, inovasi dari RSUD Kabupaten Pasuruan,” ujar Bupati Rusdi dalam pernyataannya. Menurutnya, kolaborasi antar lini menjadi kunci utama menyelamatkan nyawa ibu dan anak.
Bupati Rusdi juga memastikan bahwa layanan Jelita Siaga diberikan secara gratis kepada seluruh pasien. Baik yang dijamin oleh JKN, pasien umum, maupun pemegang asuransi lainnya tetap bisa mengakses layanan ini tanpa biaya tambahan.
Tak hanya mendukung inovasi RSUD Bangil, Bupati Rusdi juga menyampaikan rencana strategis ke depan. Ia menargetkan agar persalinan normal di RSUD milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan digratiskan untuk seluruh warga.
“Ke depan juga akan ada layanan dari Dinas Kesehatan, yaitu persalinan normal di RSUD yang akan kami gratiskan,” tegasnya. Rencana ini ditargetkan berlaku paling cepat akhir tahun 2025, setelah proses perubahan APBD selesai.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin hak dasar masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas. Ia menyatakan bahwa tidak boleh ada warga yang kesulitan melahirkan hanya karena faktor biaya.
“Penanganan cepat, ibu selamat, bayi sehat. Itulah tujuan utama dari program ini,” pungkas Rusdi Sutejo. Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk mendukung program ini demi generasi masa depan Kabupaten Pasuruan.
Dengan komitmen tersebut, Bupati Rusdi berharap angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan seminimal mungkin. Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan terus hadir dan berbenah untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik. [ada/aje]






