Blitar (beritajatim.com) – Temu Manten Tebu adalah salah satu tradisi Jawa yang dilakukan pabrik gula Rejoso Manis Indo – Mitr Phol Group Kecamatan Binangun di Kabupaten Blitar. Tradisi Manten Tebu ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur mengawali proses giling tebu sebanyak 1,17 juta Ton.
Tradisi Manten Tebu ini diawali dengan tarian cucuk lampah. Tarian ini bermakna sebagai petunjuk arah atau langkah kaki pengantin harus melangkah.
Pengantin wanita dan lelaki pun diwajibkan untuk menggunakan busana lengkap khas Jawa yakni Mantenan.
Dengan membawa sebatang tebu yang telah dihias dengan janur, kedua mempelai pria dan wanita pun berjalan dari arah yang berbeda. Kedua mempelai itu pun kemudian dipertemukan di tengah lapang untuk dipersatukan oleh sang dukun.
Layaknya prosesi dalam ritual pengantin Jawa, pengantin wanita membasuh bagian bawah pohon tebu lanang.
Kemudian, kedua tebu dipersatukan. Pengantin membawa tebu tersebut menuju mesin penggilingan. Mereka akan diarak menuju tempat penggiling tebu dengan pendamping pengantin dan penari.
Tebu pengantin akan dilempar ke mesin penggiling sebagai simbol dimulainya musim giling tebu. Setelah itu, puluhan truk bermuatan tebu akan menjatuhkan tebu-tebu tersebut ke mesin giling secara bergantian.
“Kita orang timur, kami tidak melupakan budaya kami melaksanakan ini sebagai seni dan budaya di setiap PG mau giling. Tujuannya kita minta dukungannya di 2024 ini giling tebu bisa berjalan baik dan lancar,” kata Factory Manager PT RMI Blitar, Heri Widarmanto, Senin (15/5/2024).

Target penerimaan tebu tahun ini menyusut dibandingkan dengan target tahun lalu (2023) yang mencapai angka 1,25 juta ton. Pada Tahun 2023, RMI hanya mendapatkan 1,17 juta ton karena dampak iklim elnino yang menyebabkan terjadinya kekeringan, gangguan musim tanam, penurunan kualitas tanaman, dan ketidakstabilan pasar sehingga mempengaruhi jumlah tebu yang didapat.
Namun meskipun di tahun 2023 ini, RMI tidak mencapai target jumlah penerimaan tebu nilai rata – rata randemen tebu di PG RMI mencapai 8,25 persen dengan hasil produksi sebanyak 97.143 ton gula Kristal putih. Dengan nilai randemen sebesar 8,25 persen ini, PG RMI menduduki peringkat kedua randemen tertinggi di pulau Jawa.
Tahun 2024 ini PG RMI menargetkan angka randemen sebesar 8,20 persen dengan target produksi gula sebanyak 90.170 Ton Gula Kristal Putih. Dengan penetapan target dari perusahaan, pihaknya berharap bisa memenuhi target pendapatan tebu, jumlah rendemen serta hasil produksi. Terlebih lagi adanya sinergi dari berbagai pihak. Manajemen juga sudah membuat beragam kebijakan seperti tebu yang harus bersih, sehingga meminimalkan kehilangan gula saat proses memasak, serta efisiensi pabrik.
Berbagai persiapan sudah dipersiapkan dengan matang oleh PT Rejoso Manis Indo dengan harapan dapat mencapai target yang ditentukan dan support dari segala lini sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan swasembada gula di Indonesia.
“Apa yang menjadi target RMI bisa tercapai dengan baik dan bisa yang kita angan-angan bisa tercapai sampai akhir giling nanti,” terangnya. [owi/beq]






