Kediri (beritajatim.com) – Penyiar radio menjadi pengalaman berharga bagi Muji Rahayu. Betapa tidak, kesuksesannya di dunia wirausaha bidang fashion dan produk kecantikan saat ini tak terlepas dari skill ‘cuap-cuap’ yang pernah ia asah sewaktu masih di studio.
Perempuan asal Kediri, Jawa Timur ini menjadi wirausaha sukses. Berbagai produk fashion dan kecantikan miliknya sudah membanjiri pasar dalam negeri hingga ke mancanegara.
Bahkan, dia mampu memberdayakan puluhan warga sekitar tempat tinggalnya di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Bukit Podang Residence Blok H 14 Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Artinya, meski tinggal tempat terpencil, tetapi namanya kondang, hingga ke level nasional dan terbukti bermanfaat untuk orang banyak.
Tetapi perjalanan karir Owner Pofa Beauty ini cukup berliku. Dari penyiar radio, perkayuan dan pertambangan hingga menemukan jalur fashion yang digemarinya dari masa kanak-anak.
Kisah ibu satu anak ini bermula dari usaha fashion yang ia rintis sejak 2014 lalu. Perempuan kelahiran Tulungagung, Jawa Timur ini mempunyai produk garmen Ayyana Mode yang kini sudah membanjiri sejumlah mall besar di Indonesia.
Ibu rumah tangga yang karib dengan sapaan Pipit itu kemudian menambah usahanya di bidang pembuatan produk kencantikan, sejak 2018 lalu. Barang buatannya banyak diminati, lantaran khasiatnya serta aman untuk wanita dan pria hingga anak-anak.

Pipit mengaku, bakatnya di dunia mode sudah menonjol sejak kecil. Ketika duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), putri pendiri Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kota Kediri itu memiliki hobi menggambar desain pakaian.
“Kebanyakan teman menggambar pemandangan. Tetapi saya sudah menggambar desain baju. Lengkap dengan motif-motifnya sewaktu masih TK,” tutur perempuan 49 tahun itu.
Tidak hanya suka menggambar desain baju, Pipit kecil juga gemar dandan (memakai make up). Bahkan, saat duduk di bangku kelas 1 SMP, ia sanggup merias teman sekolahnya ketika kegiatan karnaval dan hasilnya tak kalah dari salon kecantikan.
“Dulu pada saat ibu berangkat kerja, meja rias beliau saya operasikan. Lalu mencoba apa yang dibikin ibu karena saya ingin eksperimen sendiri. Dari situlah mungkin ada darah seninya dari ibu saya,” kenang sulung dari dua bersaudara ini.
Perempuan yang pernah kuliah pada jurusan akuntansi Universitas Merdeka Malang untuk beberapa semester sebelum akhirnya pindah ke Universitas Pawiyatan Daha Kediri itu kemudian bekerja sebagai penyiar radio.
“Waktu itu saya kan ingin mandiri. Lalu izin ke orang tua untuk mencari pengalaman pekerjaan diluar,” ucapnya. Salah satu alasan Pipit menjadi presenter radio karena memiliki bakat menyanyi.
Hanya dua tahun Pipit berkecimpung di dunia broadcasting. Tahun 2003, ia memutuskan untuk pindah kerja. Dia bermaksud melanjutkan dunia usaha yang pernah digeluti oleh sang ayah yakni, bidang perdagangan.

“Saya bekerja di bidang usaha perdagangan perkayuan dan pertambangan cukup lama hingga tahun 2010. Perusahaan tersebut ada di Sulawesi dengan membawahi ratusan karyawan,” beber istri Firman itu.
Gaji besar dengan segala fasilitas yang diberikan, ternyata tidak membuat Pipit menemukan dunianya yang sesungguhnya. Dari situlah ia mulai merintis usaha pribadi di dunia fasion, pada tahun 2024. Produk garmen andalannya adalah Ayyana Mode.
Brand fashion milik Pipit membanjiri mall di kota-kota besar. Paling utama di Makassar, Sulawesi Selatan.
Tak berhenti di situ, Pipin kemudian mengembangkan usahanya dengan memproduksi barang kencantikan dibawah label ‘Pifa Beauty’.
“Alhamdulillah saat ini sudah banyak produksi produk kecantikan dan dapat izin (BPOM). Ini berkat usaha kerja keras dan doa orang tua yang selalu mendukung penuh saya,” jelasnya.
Pipit mengakui, pengalaman sebagai penyiar radio kini sangat ia rasakan manfaatnya. Dunia digital marketing yang kini sedang digelutinya banyak terbantu oleh kemampuan di bidang broadcasting.
Skill cuap-cuapnya bermanfaat untuk mempromosikan berbagai produk usahanya di sosial media. Salah satunya adalah TikTok Shop.
“Kita manfaatkan dunia digital ini sebagai promosi. Ini kan sudah banyak masyarakat lihat produk jualan lewat akun tiktok saya, jadi mereka bisa tahu langsung,” ungkap alumni SMAN 2 Kota Kediri ini.
Pipit bersyukur. Dari usahanya tersebut, dia bisa membahagiakan orang tuanya. “Semua itu berkat doa bapak ibu saya dan orang-orang tersayang,” imbuh Pipit.
Kini, produk usaha Pipit sudah membanjiri pasar dalam negeri. Mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, NTT, Papua. Bahkan, barang buatannya sudah tembus Taiwan dan Hong Kong.
Khusus barang kecantikan, kata Pipit, hanya dalam waktu satu bulan sudah laku 10 ribu produk. Padahal, produk tersebut baru diluncurkan atau soft launching beberapa waktu lalu.
“Saya ngin memberdayakan UMKM dan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya Kediri. Semoga produk saya semakin digemari dan diminati kalangan muda karena produk ini bisa untuk laki-laki dan perempuan,” pungkasnya. [nm/beq]






