Gresik (beritajatim.com) – Mantan Meneg BUMN Dahlan Iskan berbagai tips di acara pelantikan pengurus PWI Kabupaten Gresik periode 2021-2024. Dengan gaya khasnya yang santai mengenakan kemeja biru muda, dan celana jeans coklat serta sepatu cats. Dahlan Iskan lebih banyak berbicara soal masa depan profesi wartawan, dan pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi covid-19 dengan tema ‘pandemic its end but not the end’ di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik.
Dahlan Iskan yang juga mantan pimred koran nasional dari Jawa Timur itu, juga lebih banyak menguraikan kebangkitan ekonomi dengan mengambil sampling perusahaan swasta.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PWI-Gresik”]
“Ada dua perusahaan swasta skala ekspor yang mampu bertahan meski pandemi melanda. Kedua perusahaan tersebut yakni yang memproduksi biofuel serta coklat. Kalau perusahaan ini masih survive. Berarti menandakan ada tanda-tanda ekonomi membaik,” ujarnya, Kamis (11/11/2021).
Selain soal pandangan ekonomi, Dahlan Iskan juga membicarakan masa depan wartawan. Dirinya menyarankan agar wartawan terus meningkatkan skill pengetahuannya di era disrupsi. “Manfaatkan pengetahuan selama menjadi wartawan dan kalau bisa diterapkan di dunia pendidikan,” ujarnya.
Kedepan kata Dahlan Iskan, teknologi yang berhubungan dengan wartawan akan semakin maju. Dirinya mengambil contoh saat wawancara tidak perlu hadir seperti sekarang tapi sudah diatur dengan teknologi. “Wawancara tidak harus ketemu tapi persis sudah ketemu karena ada teknologi yang canggih,” katanya.
Sementara Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rochim menuturkan, saat ini industri media sudah masuk ke market regulation. Ibaratnya, pers mau hidup atau mati tak ada hubungannya dengan pemerintah seperti jaman orde baru.
“Sekarang industri media diserahkan ke pasar. Tapi bagaimana menjualnya tidak mudah. Ini perubahan yang luar biasa. Belum lagi jumlah wartawan yang mengaku menjalankan profesi ini ada 140 juta. Dari jumlah itu, sebagian besar pemilik akun medsos. Padahal, produk informasi harus tunduk pada UU nomor 40 tahun 1999 yang merupakan keputusan dari Dewan Pers,” tuturnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dahlan-iskan”]
Sementara Wabup Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) menambahkan, wartawan merupakan profesi yang luar biasa tapi akhir-akhir ini ada tantangan di era 4.0 yang mau tidak mau harus dijalani. “Di era 4.0 tugas wartawan tidak hanya mengandalkan pengetahuan saja tapi juga inovasi yang bisa dinikmati pembaca. Ini yang menjadi tantangannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan menyatakan profesi wartawan bagi masyarakat masih dianggap yang menakutkan bagi kepada desa maupun kepala sekolah. Untuk itu, stigma negatif tersebut harus dihapus. Bahwa tugas wartawan memberikan informasi sesuai kode etik jurnalistik. Bukan sebaliknya seperti penyidik. “Itu tidak dibenarkan, sebab kami menjalankan profesi wartawan tunduk pada UU 40 tahun 1999,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus PWI Kabupaten Gresik periode 2021-2024 juga dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Wakapolres Gresik Kompol Eko, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus serta perwakilan perusahaan swasta maupun BUMN, dan perwakilan dari direksi PT Petrokimia Gresik. [dny/kun]






