Jember (beritajatim.com) – Try Sandi Apriana, mantan ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember, Jawa Timur, tidak akan mengarahkan massa pendukungnya untuk mendukung politisi Gerindra Muhammad Fawait, dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Ketua Demokrat Jember Mahathir Muhammad telah mendeklarasikan dukungan untuk Fawait, Minggu (28/7/2024) malam.
“Tindakan itu keinginan Partai Demokrat Jember sendiri. Instruksi secara khusus dari Ketum (Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono) tidak ada. Tidak ada surat, tidak ada apapun, sehingga DPC sendiri yang bergerak,” kata Sandi, ditulis Rabu (31/7/2024).
Tanpa perintah resmi dari AHY, Sandi menilai, kader Partai Demokrat masih bebas bergerak mendukung siapapun dalam pilkada. “Tidak ada paksaan sama sekali mendukung salah satu calon. Tidak ada instruksi dari ketum langsung. Kalau instruksi kan harus ada kursinya (di DPRD Jember),” katanya.
Sandi juga membebaskan tim suksesnya bergerak dalam pilkada. “Mereka masih sangat bebas. Terserah mereka. Kalau memang suka dengan kinerja Bupati Hendy, ayo kita bersama. Kalau kemudian tiba-tiba beralih, saya tidak memasakan, karena itu sudah biasa terjadi. Termasuk yang di sana pun, ada yang setengah-setengah mendukung. Tiba-tiba di saat akhir surat tugas atau rekom berubah, kita juga tidak tahu,” katanya.
Sandi adalah menantu Bupati Hendy Siswanto. Dia dicopot dari posisi ketua DPC Partai Demokrat Jember menyusul kegagalan partai tersebut memperoleh kursi di DPRD setempat.
Dalam deklarasi tempo hari, Mahathir menyebut Fawait sosok yang menjawab kebutuhan Jember. “Dalam konteks pembangunan daerah, Gus Fawait tidak hanya muda, tapi punya latar belakang pengalaman yang sangat panjang. Bahkan tidak hanya di level kabupaten, tapi di provinsi. Jadi komunikasi beliau di level gubernur dan wakil gubernur,” katanya.
“Beliau punya latar belakang komplet. Aktivis ya, santri ya, dan secara akademik beliau unggul daripada yang lain. Itulah yang akhirnya membuat kami yakin dan sangat yakin memberikan dukungan kepada Gus Fawait,” kata Mahathir. [wir]






