Jember (beritajatim.com) – Mantan Kepala Dinas Pendidikan Achmad Sudiyono mengenakan batik merah dan sarung, saat mendaftar penjaringan bakal calon bupati dan dan wakil bupati di kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (15/5/2024).
Sudiyono datang ditemani sejumlah anggota tim suksesnya dan diterima tim penjaringan. Sebelumnya, ia mendaftarkan diri pula ke Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Nasional Demokrat.
“Tiga itu saja sementara. Tidak saya ikuti semua. Daripada terlalu banyak. Dalam pikiran dan istikharah saya cukup tiga parta itu. kalau Allah qadarkan mudah-mudahan bersamaan dengan yang saya harapkan,” katanya.
Sudiyono juga menjelaskan pakaian yang dikenakannya. “Saya pakai batik merah ini bukan dipaksakan. Batik saya di rumah hampir banyak merahnya. Bukan karena dikaitkan partai. Tidak tahu. Batik ini beli di Madura, pesan tiga bulan,” katanya.
Sudiyono memesan batik itu saat masih menjabat Kepala Dispendik Jember. “Tapi (motifnya) tidak polos. Mudah-mudahan pulang dari sini dapat yang polos,” katanya, disambut tawa hadirin.
“Hari ini saya pakai sarung, bukan karena saya lora, bukan karena saya gus (anak kiai, red). Kebetulan waktu saya masih di Dinas, berat badan saya paling hanya 52 kilogram. Sekarang berat saya 66 kilogram. Jadi celana saya tidak ada yang cukup. Saya berjanji, apabila PDIP memilih saya, saya akan beli celana lagi,” kata Sudiyono disambut tawa hadirin kembali.
Sudiyono kemudian menceritakan pengalamannya berkecimpung di dunia politik setelah pensiun dari pekerjaan pegawai negeri sipil. “Saya mendapat pengalaman luar biasa. Alhamdulillah modal hidup saya adalah berteman. Karib banyak. Teman di mana-mana banyak. Lebih-lebih saya dulu bekerja sebagai guru, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” katanya.
“Dalam kurun waktu tujuh bulan, saya ikut partai. Alhamdulillah, dalam waktu tujuh bulan itu saya bisa meng-KTA-kan (merekrut anggota, red) hampir 20 ribu orang. KTA saya cetak. Saya mengeluarkan uang hampir Rp 200 juta,” kata Sudiyono.
Sudiyono mengatakan, kemampuannya merekrut anggota partai merupakan rekam jejak yang perlu diperhitungkan. “Kalau Allah meridai, saya ridak akan menyia-nyiakan kesempatan. Dari banyaknya karib, teman, dan saudara, saya bercita-cita satu: di dompet setiap generasi milenial, harus ada KTA PDI Perjuangan,” katanya. [wir]






