Gresik (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) setempat menambah poskonya di Kecamatan Menganti. Penambahan ini imbas masih tingginya kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Gresik.
Tambahan posko itu diharapkan pemadaman kebakaran akan lebih cepat mengingat jarak geografis Kabupaten Gresik cukup luas.
Saat ini Damkarla Gresik baru memiliki tiga posko. Yakni di wilayah utara, selatan dan kota. Rencananya, tahun 2023 akan ditambah satu posko lagi guna mempercepat mobilisasi sewaktu melakukan pemadaman di daerah Menganti.
Kepala Damkarla Kabupaten Gresik AH.Sinaga mengatakan, wilayah Kecamatan Menganti dinilai cukup mendesak untuk dibuka posko Damkarla. Hal itu dikarenakan Menganti memiliki risiko tinggi karena padatnya pemukiman serta adanya daerah industri menengah.
“Kami sedang menyiapkan tempat untuk posko tersebut. Lokasinya di Jalan Raya Menganti atau di depan Polsek Menganti. Ini masih kami siapkan, tempatnya sedang kami rehab. Tapi rencana tahun ini dibuka,” katanya, Senin (13/02/2023).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kebakaran-gresik”]
Ia menambahkan, meski membuka posko namun untuk unit armada pemadaman tidak ditambah. “Kami akan memgambil unit dari posko kota. Yakni 1 unit mobil pemadam dan 1 unit mobil suplai air. Idealnya posko pemadam ada di setiap kecamatan. Namun, untuk merealisasikan hal itu tentunya berat. Untuk itu, pihaknya menginisiasi untuk menambah posko per zonasi secara bertahap. Kalau beli satu armada pemadam kebakaran sangat mahal. Biayanya bisa lebih dari Rp 2 miliar,” imbuhnya.
Sinaga menjelaskan, sesuai protapnya untuk melakukan tindakan pemadaman itu, idealnya 15 menit setelah laporan masuk. Namun karena minimnya posko, perjalanan mobil kebakaran ke tempat kejadian sering terlambat.
Seperti diketahui, sepanjang tahun 2022, kasus kebakaran tercatat ada 216 kasus. Dari jumlah itu, rumah dan industri masih mendominasi angka kebakaran. Sementara di bulan Januari 2023 kemarin ada 6 kasus dan Februari 1 kasus. [dny/but]






