Bodo (beritajatim.com) – Efek samping dari kekalahan di derbi Manchester (17/1/2026) bagi Manchester City ternyata belum lenyap. Bahkan, City harus kembali menuai malu usai dikalahkan Bodo/Glimt 1-3 pada matchday ketujuh fase liga Liga Champions Rabu dini hari (21/1/2026).
Bukan sekadar kalah. Gawang City pada laga yang dimainkan di Aspymra Stadion, Bodo, itu kebobolan tiga gol sebelum mereka sempat membalasnya. Gol-gol Bodo/Glimt dicetak oleh Kasper Hogh (22′ dan 24′) serta Jens Hauge (58′). Satu-satunya gol City baru tercipta pada menit ke-60 oleh Rayan Cherki.
Kekalahan dari Bodo/Glimt diperparah dengan Rodri yang mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-62. Padahal, semenit sebelumnya gelandang asal Spanyol itu baru menerima kartu kuning pertama.
Hasil ini emang tidak menyingkirkan City dari delapan besar klasemen. Cityzens ada di posisi 7 dengan 13 poin. Tetapi, City bakal out dari delapan besar jika Atalanta BC yang juga punya 13 poin dan Atletico Madrid-Liverpool FC dengan 12 poin menang Kamis dini hari (22/1/2026).
Jika itu terjadi, maka peluang City lolos langsung ke 16 besar via finis delapan besar mengecil dan mereka harus bersiap berjuang lolos via playoff. Sebab, selain harus memenangi matchday pemungkas vs Galatasaray (29/1/2026), City harus berharap tim lain di atas mereka terpeleset.
“United mengalahkan kami karena mereka lebih baik. Hari ini mereka (Bodo/Glimt, Red) juga membuktikannya (lebih baik dari City, Red). Tetapi, kami harus bangkit,” ujar tactician City Pep Guardiola dilansir laman resmi klub.
Kekalahan dari Bodo/Glimt bukan sekadar efek samping pasca keok di derbi Manchester. Melainkan memperpanjang performa buruk mereka sejak ganti tahun. Dari tujuh laga bulan ini, City hanya memenangi dua laga di antaranya.
Imbasnya, laju mereka di Premier League juga tersendat. City saat ini defisit tujuh poin dari pemimpin klasemen Arsenal (43 poin berbanding 50 poin). Bahkan, koleksi poin City disamai Aston Villa. (dio)






