London (beritajatim.com) – Menjelang final Liga Europa yang akan digelar Kamis (22/5/2025) dini hari WIB, Manchester United dan Tottenham Hotspur diperkirakan akan melakukan rotasi besar-besaran dalam dua matchweek terakhir Premier League musim ini.
Kedua tim yang kini menempati papan tengah klasemen tidak lagi memiliki kepentingan di liga, sehingga fokus penuh mereka beralih ke laga final antarklub Eropa tersebut.
Saat ini, Manchester United berada di posisi ke-16 klasemen Premier League dengan raihan 39 poin, sementara Tottenham Hotspur satu tingkat di bawahnya dengan 38 poin. Dengan posisi tersebut, peluang untuk naik signifikan atau mengamankan tempat di kompetisi Eropa musim depan melalui jalur liga sudah tertutup.
Pada matchweek ke-37 yang akan berlangsung dini hari nanti, Manchester United dijadwalkan bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge, London. Di saat yang bersamaan, Tottenham Hotspur juga akan melakoni laga tandang ke Villa Park untuk menghadapi Aston Villa. Kedua laga ini menjadi sorotan karena lawan yang dihadapi tengah bersaing ketat untuk finis di lima besar.
Ya, Chelsea dan Aston Villa saat ini sama-sama mengoleksi 63 poin. Namun, Chelsea berada di peringkat kelima karena unggul dalam selisih gol (+19) dibanding Aston Villa (+7). Kedua tim tentu akan tampil ngotot demi tiket ke Liga Champions musim depan.
Sementara itu, United dan Spurs kemungkinan besar akan menurunkan para pemain pelapis. Nama-nama seperti Altay Bayindir dan Harry Amass dari kubu United serta Antonin Kinsky dan Wilson Odobert dari kubu Spurs berpeluang besar kembali diturunkan sejak menit awal, sebagaimana yang terjadi pada matchweek ke-36 lalu.
Meski demikian, pelatih Manchester United Ruben Amorim mengisyaratkan bahwa beberapa pemain inti tetap akan tampil, terutama karena ia menjadikan laga melawan Chelsea sebagai ajang penilaian akhir untuk menentukan komposisi utama di final Liga Europa melawan Spurs pekan depan.
“Aku sudah memiliki gambarannya (starting XI final Liga Europa, Red). Penampilan vs Chelsea akan jadi penilaian utama untuk itu (melawan Spurs, Red). Siapa pun yang main harus tetap all out,” ujar Amorim dilansir ESPN.
Situasi ini membuat pertandingan dini hari nanti tetap menarik untuk disaksikan, meski kedua tim tidak lagi berburu poin penuh untuk kepentingan klasemen. Publik tentu menantikan bagaimana performa calon juara Liga Europa ini sebelum bertarung di laga puncak yang sesungguhnya. [dio/suf]






