Jember (beritajatim.com) – Sholahuddin Amrullah, manajer klub sepak bola Persid Jember, akan mengajak seluruh anggota tim untuk merenung dan melakukan refleksi terhadap kegagalan di kompetisi Liga 3 Jawa Timur musim 2023-2024. Persid terhenti di Babak 16 Besar dengan tragis.
“Alhamdulillah secara pemainan kami meningkat terus. Kami bermain tandang di Banyuwangi pada Babak 28 Besar dan Pasuruan pada Babak 16 Besar, secara statistik bagus. Kami berhasil menghapus stigma Persid jago kandang,” kata Jo, sapaan akrab Sholahuddin, Sabtu (27/1/2024).
Sejak babak penyisihan hingga babak 16 Besar, Persid hanya sekali kalah dan dua kali seri. Saat babak penyisihan Grup H di Stadion Jember Sport Garden, tim berjuluk Macan Raung ini menyapu bersih kemenangan di enam pertandingan, dengan memasukkan 12 gol dan kemasukan hanya 2 gol.
Menjadi juara grup, Persid sebenarnya sudah ditunjuk menjadi tuan rumah Grup AA. Namun karena pada saat bersamaan Stadion JSG digunakan menjadi lokasi salawat akbar yang dihadiri anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, Persid harus bermain tandang ke Stadion Diponegoro, Banyuwangi.
Di Banyuwangi, anak-anak asuhan Misnadi Amrizal ini kembali menjadi juara grup dengan tujuh angka, mencetak 6 gol dan hanya kemasukan 1 gol. Nilai dan agregat mereka sebenarnya sama dengan Banyuwangi Putra. Namun Persid menjadi juara grup karena memiliki jumlah akumulasi kartu kuning lebih sedikit.
Harapan lolos ke Babak 8 Besar sebenarnya terbuka lebar di Grup HH kendati Persid harus bertanding di Kabupaten Pasuruan. Dari dua pertandingan awal, Persid sudah mengemas empat angka dari kemenangan 2-0 atas Mojokerto Putra dan hasil imbang 1-1 dengan Persekabpas. Mereka tinggal butuh hasil seri melawan PSM Madiun pada pertandingan terakhir.
Namun Persid justru kalah 1-2 dalam pertandingan yang diwarnai gol kontroversial. Mereka mogok bermain setelah merasa dicurangi wasit, dan akhirnya terkena sanksi denda serta pengurangan 6 poin. “Kami merasa dikerjai banget,” kata Jo.
Jo akan mengumpulkan jajaran pelatih, ofisial, suporter, pemain, dan yayasan. “Kami akan merenung sejenak, karena suasana tim Persid Jember sudah seperti keluarga. Kami akan bercengekrama, dan baru memutuskan bagaimana tim ke depan,” katanya.
Jo mengaku sudah dihubungi Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit yang menaungi Persid. “Mereka bilang: Mas Jo, lanjutkan perjuangan,” katanya. [wir]






