Lamongan (beritajatim.com) – Manajemen Persela Lamongan akhirnya buka suara terkait pemain yang berbondong-bondong hengkang ke PSIS Semarang.
Setidaknya ada enam pemain Persela yang menyeberang ke Semarang. Yakni Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, Esteban Vizcarra, Otavio Dutra, Beto Goncalves dan terakhir Mario Londok.
Eksodus pemain Persela itu terjadi setelah Fariz Julinar Maurisal meninggalkan posisi CEO Laskar Joko Tingkir, menyusul istrinya yang mengakuisisi mayoritas saham PSIS.
Perpindahan para pemain itu pun menimbulkan tanda tanya besar khususnya di kalangan pecinta sepakbola Lamongan. Begitu mudahnya pemain meninggalkan klub, sementara bursa transfer belum dibuka.
Bahkan yang lebih mengherankan, para pemain itu meninggalkan Persela menuju Laskar Mahesa Jenar tanpa ada kompensasi apapun untuk Persela. Padahal masih ada ikatan kontrak.
“Jadi tidak ada biaya transfer atau kompensasi apapun. Mereka hengkang begitu saja. Seharusnya kan ada biaya kompensasi untuk menebus sisa kontrak,” kata asisten pelatih sekaligus manajer sementara Persela, Ragil Sudirman, saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ragil mengungkapkan, eksodus pemain Persela ke PSIS, bukanlah perpindahan pemain yang berlangsung secara normal. Masa transisi manajemen lama ke manajemen baru dimanfaatkan untuk memboyong para pemain.
Pelatih asal Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan itu tahu betul bagaimana mekanisme perpindahan para pemain ke PSIS. Sebab, saat itu Ragil merupakan pelatih karteker Persela.
“Saya pikir ini bukanlah transaksi transfer pemain pada umumnya. Mungkin lebih tepatnya bisa dibilang ini pembajakan,” ujarnya
Ragil pun menjelaskan, ketika Fariz mundur, akun LIAS Persela (sistem untuk mengelola data tim, pemain, dan administrasi liga secara online), belum diserahkan oleh manajemen lama ke pada manajemen baru.
“Saat itu dimanfaatkan untuk mengeluarkan beberapa pemain Persela, serta membuatkan surat keluar,” ujarnya.
Lebih lanjut Ragil menyampikan, dari sekian pemain yang dikeluarkan dari Persela, sebagian masih sangat dibutuhkan untuk mengarungi lanjutan kompetisi Championship.
Pernyataan Ragil ini sekaligus menepis pernyataan salah satu pihak yang mengklaim bahwa hengkangnya para pemain Persela menuju PSIS, terjadi setelah dilakukan diskusi dengan manajemen Laskar Joko Tingkir, karena para pemain itu tidak masuk dalam skema pelatih baru.
“Misalnya Mario Londok. Mana mungkin Mario yang lagi bagus-bagusnya tidak dibutuhkan, dan dilepas begitu saja. Kan tidak mungkin,” ucap Ragil. (fak/but)






