Ponorogo (beritajatim.com) – Subuh itu, Gedung Asoka RSUD dr. Harjono Ponorogo, semuanya tampak biasa. Pasien terlelap, keluarga pasien rebahan beralaskan tikar di tempat yang memang disediakan untuk beristirahat dan penjagaan malam seolah berjalan normal. Tapi di antara kesenyapan itu, ada langkah yang tak diundang. Seorang pria paruh baya melangkah perlahan, membawa rencana licik dalam kepalanya.
Rekaman CCTV berdurasi tak sampai semenit yang kini tersebar luas di media sosial (medsos) memperlihatkan sosok pria itu. Yakni mengenakan pakaian kasual, bergerak hati-hati, tanpa terburu-buru. Dia mendekati tempat keluarga pasien itu rebahan untuk beristirahat. Dengan tangan terlatih, pencuri itu mengambil 2 handphone yang terletak masing-masing berada di dekat keluarga pasien itu tidur. Usai berhasil menggasak 2 HP pengunjunh itu, pelaku lalu menghilang dalam gelap sebelum ada yang sadar.
Humas RSUD dr. Harjono, Sugianto mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi Minggu (25/5) dini hari. Tak ada teriakan. Tak ada kejaran. Tapi kehilangan tetap terasa. Setelah sadar merasa kehilangan, pengunjung itu langsung melapor ke pihak keamanan rumah sakit.
“Saat keluarga pasien melapor kehilangan, kami langsung telusuri rekaman CCTV,” kata Sugianto, Senin (26/5/2025).
Pihak rumah sakit tidak tinggal diam. Rekaman itu segera dilaporkan ke Polres Ponorogo untuk ditindaklanjuti. Namun hingga kini, identitas pelaku masih gelap. Tak ada ciri khas mencolok yang terekam kamera, selain raut wajah yang samar tertangkap kamera pengawas milik rumah sakit pelat merah tersebut.
“Dari hasil penelusuran, terlihat pelaku hanya satu orang, dan HP yang diambil ada dua unit,” katanya.
Aksi pencurian ini menjadi pengingat bahwa bahkan di ruang penuh harapan dan kesembuhan, celah kejahatan masih bisa menyusup. RSUD dr. Harjono berkomitmen menutup celah itu, demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan rumah sakit tetap menjadi tempat yang aman, bukan sasaran empuk maling. (end/but)






