Magetan (beritajatim.com) – Marsini (52) warga Dusun Tengklik Desa Durenan Kecamatan Siderejo Kabupaten Magetan, Jawa Timur dianiaya maling pada Sabtu (12/8/2023) pukul 13.45 WIB.
Dia mengalami luka lebam di telinga, leher kanan, dan dahi. Kemudian, lengan kanannya terkilir karena dipelintir si maling.
Alfia Pratama (26) mengatakan jika saat kejadian, sang ibu tengah berada di rumah sendirian. Saat itu, dia tengah keluar rumah. Dari cerita sang ibu, maling itu masuk ke toko kelontong.
Baca Juga: Jejak Sejarah Pondok Gontor, Upaya Mengukir Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Islam
Pria itu masuk saat ibunya tengah salat di kamar. Karena mendengar ada suara orang, sang ibu pun menengok ke toko dan melihat maling sudah mengambil uang tunai sekitar Rp160.000 di dalam tas.
“Terus ibu teriak dan kemudian tangannya diplintir gitu sambil dipukul leher kanannya. Malingnya juga ambil hape ibu saya. Kemudian, dia kabur lompat pagar. Pagar ke jalan menurun itu tingginya sekitar 4 meter. Pas kabur, hape ibu saya jatuh. Terus malingnya kabur ke kebun,” kata Alfia saat ditemui di rumahnya, Minggu (13/8/2023)
Warga pun mengetahui kejadian itu segera melakukan pencarian. Pencarian dilakukan sekitar sembilan jam. Hingga akhirnya, si maling ditemukan tengah duduk di dekat makam Eyang Ronggo Galih di desa setempat.
Baca Juga: Konbes IPNU di Pasuruan, Khofifah: Langkah Konkret Menuju Indonesia Emas
“Awalnya gak mau ngaku. Sampai akhirnya ibu saya dikirimi foto, ibu saya pun mengenali orang itu dan bilang itu malingnya. Warga pun spontan memukuli maling itu. Kemudian diserahkan ke polisi,” lanjut Alfia.
Alfia mengatakan, pria itu kerap membeli rokok dan korek api di toko sang ibu. Namun, dia tak menyangka pelaku tega mencuri bahkan menganiaya ibunya. Dia pun tahu jika orang itu ngekos di Desa Buluharjo Kecamatan Plaosan Magetan.
“Ya katanya warga dan polisi, si maling ini kakinya patah, kayaknya karena lompat dari pagar. Terus dahinya luka karena digebuki warga,” lanjutnya.
Saat ini kondisi Marsini masih trauma. Dia tak bisa tidur saat malam. Dan masih takut bertemu orang yang tidak dikenalinya. “Setelah kejadian itu ibu saya masih trauma. Masih takut kalau ketemu orang yang gak dikenal. Tokonya kami tutup dulu sementara,” pungkas Alfia.
Terpisah, Sukro warga setempat yang kerap berada di Makam Eyang Ronggo Galih mengaku mengetahui saat si maling ditangkap hingga digebuki warga. Kaki kiri maling itu pjncang, dan ada luka di lengan, dan di dahinya.
Baca Juga: Hadiri IPNU di Pasuruan, Menparekraf Harap Peran Aktif Pemuda
“Pas saya datang, itu maling sudah duduk di dekat rumah warga di Makam Eyang Ronggo Galih. Kemudian, diinterogasi sama warga terus langsung dipukul gitu. Akhirnya, ngaku gitu. Itu bukan warga sini, katanya sih ngekos di Buluharjo. Pas kami serahkan polisi udah luka-luka, karena digebuki warga sama kayaknya karena loncat pagar,” katanya. [fiq/ian]






