Surabaya (beritajatim.com) – Malam satu Suro atau malam 1 Muharram tahun ini jatuh pada Jumat Kliwon, 27 Juni 2025. Masyarakat Jawa, terutama yang menganut tradisi kejawen, biasa mengisi malam ini dengan ruwatan atau ritual pembersihan diri maupun benda pusaka di tempat yang dianggap suci.
Sementara itu, bagi umat Islam secara umum, malam satu Suro menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak amalan ibadah sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan ampun atas segala perbuatan di tahun yang telah berlalu.
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Berikut doa akhir tahun:
Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autan min bailat taubat ala ma’shiyatik. Fa inni asttagfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mibma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.
Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sedangkan aku belum sempat bertaubat. Perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementaranya Engkau sebenarnya mampu untuk menyiksaku, dan perbuatan yang Kau perintahkan untuk bertobat, sementara aku menerjangnya yang berarti aku telah durhaka pada-Mu. Karena itu, aku memohon ampun pada-Mu. Ampunilah aku.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa awal tahun:
Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza fihi minas syaithani wa auliyah’ih, wal ‘aunu ‘ala hadzhihin nafsil ammarati bis su’l, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal ikralim.
Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk iblis dan para walinya di tahun ini.”
Selain doa, amalan lainnya yang dianjurkan pada malam suci ini antara lain memperbanyak wirid dan dzikir, seperti:
- Istigfar 100 kali
- Shalawat 100 kali
- Ya Rahman Ya Rahim 111 kali
- Tasbih 63 kali
- La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin 63 kali
- La ilaha illa anta ya hayyu ya qayyum 114 kali
- Hasbunallah wa ni’mal wakil 100 kali
- Hauqolah 100 kali
- La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah 100 kali
- Ya Allah Ya Kabir Ya Latif Ya Khabir Ya Sami’ Ya Basir 100 kali
- Sholawat Nariyah 3 kali
- Al-Fatihah 3 kali
Amalan lain yang dianjurkan adalah membaca Al Quran, serta menunaikan salat malam seperti salat tahajud, salat taubat, dan salat hajat. Malam satu Muharram merupakan waktu yang utama untuk memohon ampunan dan berkah di awal tahun baru Islam.
Amalan Puasa
Tak kalah pentingnya, umat Islam juga dianjurkan untuk menyiapkan niat berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau puasa Tasu’a dan Asyura. Puasa ini memiliki keutamaan besar, seperti disebutkan Rasulullah SAW bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Berikut niat puasa Tasu’a:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tasu’a esok hari karena Allah SWT.”
Dan niat puasa Asyura:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil Asyura lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
Malam satu Suro bukan sekadar penanda tahun baru, tapi juga menjadi peluang besar untuk membersihkan hati dan memperkuat iman. [ian]






