Lamongan (berirajatim.com) – Dalam rangka menyambut musim tanam pada bulan April sampai dengan September mendatang, Kabupaten Lamongan siap memaksimalkan gerakan pompanisasi untuk sawah-sawah yang tergolong tadah hujan.
Gerakan tersebut dinilai menjadi solusi paling efektif untuk pengairan sawah tadah hujan saat musim kemarau tiba. Hal itu juga selaras dengan keinginan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mengharapkan para petani tetap bisa tanam di sawahnya meski dilanda kemarau.
“Iya. Pompanisasi ini dilakukan untuk mengaktifkan sawah-sawah tadah hujan kita pada masa musim tanam kedua. Meskipun kemarau tetap bisa tanam,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, ditulis Jumat (22/3/2024).
Orang nomor satu di Lamongan ini juga berkomitmen untuk menyambut baik program pompanisasi oleh Mentan yang diharapkan dapat menambah musim tanam bagi masyarakat. Dengan demikian, produktivitas pertanian bisa semakin meningkat.
“Dari 95.460 lahan baku ada 30.000 lahan yang tidak bisa ditanam atau tadah hujan, sehingga kita menyambut baik dari Kementan, kita akan segera mencari titik-titik itu,” terang Yuhronur.
“Saya yakin akan disambut baik oleh petani 30.000 lahan tadah hujan di Lamongan. Hal ini juga bisa meningkatkan IP-nya (indeks pertanaman) setidaknya menjadi dua,” imbuhnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Dirjen PSP Kementan Ali Jamil didampingi Bupati Lamongan dan jajaran Forkopimda sempat meninjau secara langsung pompa air di Desa Pringgoboyo Maduran.
Pompa tersebut mampu mengover 224 hektar lahan di Desa Pringgoboyo dan Desa Turi, menggunakan sistem saluran yang dibuat untuk menaikkan air dari sungai Bengawan Solo ke saluran irigasi yang dialirkan ke saluran tersier guna mengairi lahan pertanian.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian bahkan memberikan bantuan benih padi inbrida untuk 16 ribu hektar senilai Rp5,443 miliar, benih jagung hibrida untuk 12 ribu hektar senilai Rp10,8 miliar, 2 pompa air 8 dim, serta, asuransi pertanian senilai Rp69,24 juta.
Lebih lanjut, Ditjen Ali menjelaskan bahwa secara nasional program pompanisasi ditargetkan 1 juta hektar lahan tadah hujan, 500 hektar di wilayah Jawa, dan 50 hektar di wilayah luar Jawa.
Atas dasar inilah, Ali mendorong kepada Lamongan agar bisa mengusulkan program pompanisasi. Mengingat, luas baku sawah di Lamongan terbesar nomor satu di Jawa Timur, atau lebih dari 95 ribu di mana luas baku sawah di Jatim sekitar 1,21 juta hektar. [riq/ian]






