Surabaya (beritajatim.com)- Pernahkah anda merasa makanan sederhana seperti roti tawar atau nasi hangat dengan lauk sederhana terasa jauh lebih nikmat saat anda belum makan sebelumnya? Makanan yang biasanya terasa biasa saja bisa mendadak terasa lebih lezat ketika perut kosong. Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan semata.
Ada proses ilmiah di dalam tubuh yang membuat rasa lapar memengaruhi cara anda merasakan makanan. Mulai dari hormon yang dilepaskan tubuh hingga aktivitas di otak, semuanya berperan membuat makanan terasa lebih lezat saat anda lapar.
Semua berawal dari sinyal yang dikirim tubuh. Saat lambung kosong, tubuh akan melepaskan hormon bernama ghrelin. Hormon ini dikenal sebagai “hormon lapar” karena berfungsi memberi tahu otak bahwa tubuh membutuhkan energi. Ketika kadar ghrelin meningkat, otak akan merespons dengan mengaktifkan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berhubungan dengan rasa senang dan kepuasan.
Akibatnya, keinginan anda untuk mencari makanan menjadi lebih kuat. Saat anda mulai makan, otak akan melepaskan dopamin dalam jumlah lebih banyak. Inilah yang membuat makanan terasa lebih lezat dibandingkan saat anda makan dalam kondisi tidak terlalu lapar.
Selain memengaruhi rasa senang, rasa lapar juga membuat indera perasa menjadi lebih sensitif. Penelitian menunjukkan bahwa saat lapar, bagian otak yang memproses rasa manis dan asin menjadi lebih aktif. Kondisi ini menjelaskan mengapa makanan sederhana, seperti nasi hangat atau lauk sederhana, bisa terasa sangat lezat saat anda belum makan dalam waktu lama. Lidah menjadi lebih peka dalam menangkap rasa gula dan garam yang ada pada makanan. Hal ini terjadi karena tubuh sedang membutuhkan energi, sehingga otak membantu tubuh merespons rasa makanan dengan lebih kuat.
Tak hanya indera perasa, indera penciuman juga ikut berperan. Saat lapar, otak menjadi lebih responsif terhadap aroma makanan. Inilah yang menjelaskan mengapa bau makanan, seperti roti yang baru dipanggang atau nasi hangat, bisa terasa sangat menggugah selera ketika perut kosong. Aroma makanan menjadi lebih mudah menarik perhatian dan memicu keinginan untuk segera makan.
Meski makanan terasa lebih nikmat saat lapar, kondisi ini juga bisa membuat anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ketika makanan terasa sangat nikmat, anda bisa cenderung makan lebih banyak dari biasanya. Fenomena yang sering disebut sebagai “lapar mata” ini terjadi karena otak masih merespons makanan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Akibatnya, anda bisa terus makan meski kebutuhan energi sebenarnya sudah terpenuhi. Jika terjadi terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko konsumsi kalori berlebihan.
Karena itu, memahami alasan ilmiah di balik rasa lapar menjadi hal penting. Saat anda tahu bahwa rasa lapar dapat membuat makanan terasa lebih nikmat dan memicu keinginan makan lebih banyak, anda bisa lebih sadar dalam mengatur porsi makan. Makan secara perlahan dan memberi jeda saat makan dapat membantu tubuh mengirim sinyal kenyang ke otak dengan lebih baik. Dengan begitu, anda tetap bisa menikmati makanan saat lapar tanpa makan berlebihan. [Meychel Salsabyla]






