Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan tidak akan melibatkan perusahaan katering melalui tender untuk program makan siang bergizi gratis seluruh sekolah. Penyediaan makanan akan murni melibatkan kelompok UMKM makanan sekitar sekolah, dan tidak menutup kemungkinan memakai UMKM Pemkot Surabaya.
“Semua yang terkait dengan UMKM permakanan. Kalau kemarin ada permakanan yang tergabung (Pemkot) itu akan ikut ke sini juga. Karena aturannya diperbolehkan,” kata Eri Cahyadi ketika simulasi program makan bergizi gratis, bersama wakil presiden terpilih Gibran, Kamis, 1 Agustus 2024 siang.
Dia juga menjelaskan, tidak ada tender dilakukan Pemkot Surabaya ke perusahaan katering. Sebab, kebutuhan untuk program makan bergizi gratis di Surabaya tak sampai menyentuh anggaran Rp200 juta.
“Itu kita lakukan kepada UMKM per wilayah. Kalau perwilayah tidak sampai dengan Rp200 juta tidak ada tender. Kan cukup UMKM-UMKM,” terang Eri.
Walikota Surabaya itu menambahkan, tujuan dari program tersebut salah satunya adalah bertujuan untuk menggerakkan ekonomi di daerah – daerah.
“Alhamdulillah dengan program ini, seperti disampaikan pak wapres (Gibran), untuk menggerakkan ekonomi kembali,” pungkas Eri.
Diketahui, wakil presiden (wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka hari ini melakukan uji program makan bergizi gratis, di SDN Klampis Ngasem 3 Surabaya. Dengan didampingi mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Emil Elestianto Dardak beserta Arumi Bachsin, Eri Cahyadi. [ram/beq]






