Pasuruan (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Shobih Asrori atau Gus Shobih dipecat dari kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan. Pemicunya, Gus Shobih maju dalam pertarungan Pilkada Pasuruan 2024 dari partai politik lain.
Plh DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan mengatakan Shobih Asrori yang sebelumnya telah terpilih pada Pemilu 2024 dapil II. Shobih sendiri merupakan politisi senior dari PKB dan sudah beberapa kali menduduki kursi legislatif.
Dion, sapaan akrab Sudiono Fauzan, mengatakan pemecatan Gus Shobih ini diturunkan dari DPP yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PKB. Ada dua surat yang didapatkan DPC PKB yang diterima pada, Senin (19/8/2024) sekitar malam hari.
“Sebelumnya pada Jumat (16/8/2024) kami sudah memanggil yang bersangkutan yakni Gus Shobih terkait majunya pada pilkada di partai lain. Kemudian DPC menindak lanjuti dengan mencari fakta yang ada, baru kemarin kami mendapatkan surat dari DPP terkait surat pemecatan,” kata Dion, Selasa (20/8/2024).
Dion menjelaskan bahwa pada surat pertama dengan nomor surat 36126 menjelaskan bahwa DPP telah menetapkan untuk memberhentikan Shobih Asrori. Tak hanya itu dalam surat tersebut juga tertulis bahwa kartu anggota Gus Shobih dari PKB juga dicabut.
Kemudian pada surat kedua yang didapat DPC PKB dengan nomor surat 36127 menjelaskan bahwa DPP PKB mensetujui terkait pergantian calon terpilih kepada Gus Shobih. Pergantian ini nantinya akan digantikan dengan calon terpilih lainnya yang berada di bahwa Gus Shobih yakni Nur Laila.
“Karena Gus Shobih dikeluarkan dari partai maka akan digantikan dengan urutan kedua yakni Nur Laila yang berasal dari dapil II. Selanjutnya kami akan menindak lanjuti hal ini ke Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan dan juga KPU,” imbuhnya.
Menanggapi hal ini Ketua Dewan Suro DPC PKB Kabupaten Pasuruan, KH Mujtaba Abdul Shomad menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Gus Shobih. Dirinya mengatakan bahwa saat dilakukan pemanggilan terhadap Gus Shobih sudah dilakukan pembicaraan secara terang dan tenang.
“Saat kami panggil, kami tidak mau terlalu keras karena khawatir akan lepas dan tidak mau memberikan ruang tapi tetap tenang. Karena kalau lepas itu, Gus Shobih juga merupakan anggota kita. Intinya kita sudah memberikan pandangan,” tutup Gus Taba sapaan akrabnya. [ada/beq]






