Surabaya (beritajatim.com)- Milla Uzlifatul Janah, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Program Studi Manajemen Pendidikan, telah berhasil menciptakan sebuah inovasi teknologi berupa website bernama EduTrack.
Website ini dirancang sebagai solusi digital yang menyederhanakan pengelolaan administrasi sekolah, mencakup sistem surat-menyurat digital sehingga mempermudah proses pelacakan dokumen. Inisiatif ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang dikerjakan Milla selama menjalani magang di SMP Negeri 2 Jember.
Website EduTrack hadir sebagai jawaban atas tantangan administratif yang sering dihadapi sekolah, seperti pengelolaan dokumen manual yang memakan waktu, risiko kehilangan data, hingga pencatatan inventaris yang kurang efisien.
Melalui EduTrack, semua proses administratif dapat dilakukan secara digital, memungkinkan staf sekolah untuk bekerja lebih cepat, akurat, dan terorganisir.
Kepala SMP Negeri 2 Jember memberikan apresiasi terhadap inovasi ini.
“Saya selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Jember mengucapkan terimakasih atas inovasi yang telah diberikan oleh adik mahasiswa untuk kemajuan Sekolah ini. Tentunya Sekolah terbantu dengan kehadiran EduTrack. Website ini menyederhanakan tugas administrative. Saya berharap inovasi ini dapat diterapkan di lebih banyak sekolah untuk mendukung transformasi digital di dunia pendidikan,” ujar Udik Kristyono, S.Pd., M.M.
Program yang ini juga mendapat dukungan dari pihak kampus. Ainur Rifqi, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing PKKM Universitas Negeri Surabaya menyatakan bahwa inovasi seperti EduTrack sejalan dengan Prodi Manajemen Pendidikan dan visi Unesa untuk melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan.
“Saya percaya bahwa teknologi adalah alat yang sangat powerful untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tandasnya.
Milla menyatakan, EduTrack dirancang untuk memberikan kemudahan bagi sekolah dalam mengelola administrasi.
“Fitur-fiturnya dapat membantu staf menyimpan, mengakses, dan melacak dokumen secara online. Dengan ini, sekolah dapat mengurangi ketergantungan pada kertas sekaligus menjaga keamanan data,” ungkapnya.
Milla pun berharap, inovasi yang dihadirkan olehnya dapat menghadirkan manfaat, tidak hanya bagi SMP Negeri 2 Jember, tapi dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain.
“Dengan EduTrack, saya berharap dapat membantu sekolah-sekolah di Indonesia menghadapi tantangan era digital,” tutup Milla. [aje]






