Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 10 desa terbaik dari berbagai daerah menjadi finalis dalam ajang Unesa Village Award 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Dalam ajang tersebut, desa finalis mempresentasikan keunggulan dan inovasi mereka kepada tim penilai yang terdiri dari akademisi Unesa dan perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI.
Kepala Pusbangdesda Unesa Mufarrihul Hazin menjelaskan, desa-desa finalis ini dipilih dari 176 peserta yang mengikuti seleksi ketat. “Setelah kami melakukan serangkaian seleksi, 10 finalis presentasi penentuan juara,” katanya, Sabtu (30/11/2024).
Kesepuluh desa finalis tersebut adalah:
1. Desa Tapenpah, Timor Tengah Utara, NTT
2. Desa Purwo Bakti, Bungo, Jambi
3. Desa Suwat, Gianyar, Bali
4. Desa Mojorembun, Blora, Jawa Tengah
5. Desa Doudo, Gresik, Jawa Timur
6. Desa Jenggala, Lombok Utara, NTB
7. Desa Parik Panjang, Agam, Sumatera Barat
8. Desa Modomang, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
9. Desa Sumberkerang, Probolinggo, Jawa Timur
10. Desa Totallang, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara
Setelah penilaian, Desa Sumberkerang, Probolinggo, Jawa Timur, meraih juara pertama dengan nilai 207, diikuti Desa Purwo Bakti, Bungo, Jambi (juara kedua) dengan nilai 191, dan Desa Modomang, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (juara ketiga) dengan nilai 184.
Kepala LPPM Unesa Muhammad Turhan Yani berharap ajang ini dapat memotivasi desa-desa lain untuk melaksanakan program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Ia menyebut, pemenang menerima piala, sertifikat, dana pembinaan, dan program pendampingan dari Unesa. “Semoga ini bisa memotivasi desa di Indonesia untuk melahirkan program yang berdampak dan ramah bagi masyarakat,” katanya.
Wakil Rektor III Unesa Bambang Sigit Widodo menyatakan apresiasinya terhadap semua desa yang berpartisipasi, berharap pengalaman dan inovasi mereka dapat menginspirasi desa-desa lainnya di Indonesia.
“Sudah berpartisipasi saja itu sudah bagian dari komitmen untuk saling tumbuh bersama. Mudah-mudahan pengalaman, program, inovasi bisa saling menginspirasi dan memotivasi. Mari memajukan Indonesia dari desa,” ucapnya.
Sedangkan Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela, yang mewakili Menteri Desa dan PDT mengungkapkan harapannya agar Unesa Village Award menjadi acara tahunan yang dapat mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberkerang Beny Rechardo menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima.
Ia berharap program-program inovatif di desanya, seperti antar-jemput anak-anak disabilitas dan pembagian bibit tanaman untuk warga, dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat Sumberkerang. “Kemenangan ini saya dedikasikan untuk masyarakat Sumberkerang, keluarga, dan desa yang ada di Probolinggo,” tutupnya. [ipl/kun]






