Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswi PTN Surabaya berinisial SH warga Kediri yang indekos di Simo Katrungan menjadi korban jambret di Jalan Banyu Urip, Kamis (18/04/2024) dini hari. Akibat kejadian itu, korban harus mengalami luka di sekujur tubuhnya karena sempat terseret dan jatuh dari sepeda motornya.
Supri salah satu penjaga warkop mengatakan bahwa saat aksi penjambretan dirinya melihat pelaku berjumlah 2 orang kabur memacu sepedanya. Saat itu, warga lebih memperhatikan SH yang sudah tersungkur di jalan.
“Sempat saya tanya dia ternyata mahasiswi habis ngerjain tugas di kos temannya. Anaknya nangis aja karena luka juga,” kata Supri, Minggu (21/04/2024).
Berdasarkan pengakuan korban kepada Supri, korban sebenarnya sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya terjatuh karena menabrak kendaraan lain. Setelah terjatuh, pelaku jambret langsung kabur. Korban harus rela kehilangan tas berisi dompet dan handphone.
“Sama warga dibawa ke Puskesmas Banyu Urip untuk merawat lukanya terlebih dahulu. Setelah itu korban dirujuk ke RSI Wonokromo karena ada indikasi luka dalam,” tutur Supri.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sawahan Kompol Domingos De Fatima Ximenes membenarkan peristiwa itu. Anggotanya juga telah melihat kondisi korban saat berada di Puskesmas Banyu Urip. Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan dan membuu pelaku.
“Kami masih melakukan penyelidikan, semoga pelakunya cepat tertangkap,” tegas Kompol Domingos De Fatima Ximenes. [ang/aje]






