Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya mengukuhkan 3.174 mahasiswa baru, Selasa (29/8/2023). Mereka diharapkan menjadi penggerak ataupun pioner dalam menjaga lingkungan.
Tak hanya di lingkup kesehatan, para mahasiswa baru tersebut juga diharapkan dapat menjadi penggerak lingkungan di sektor pendidikan hingga lingkungan kewirausahaan.
Pada PKKMB 2023 ini, Untag Surabaya mengusung tema lingkungan. Tujuannya, para generasi penerus dapat menghandel limbah secara berkelanjutan. Ada 21 mahasiswa yang menjadi pioner gerakan ini. Mereka dari BEM, pecinta lingkungan dan maba.
“Harapannya bahwa dengan tema ini, maka kita akan menjaga lingkungan. Tidak hanya kaitannya menjaga lingkungan yang sehat, tapi juga kaitannya dengan pendidikan, wirausaha dan lainnya,” ujar Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho.
BACA JUGA:
Ia menjelaskan, program ini dicetuskan untuk menanggapi isu polusi udara yang kian meningkat di sejumlah daerah, seperti Jakarta. Di sisi lain, gerakan ini juga sebagai bentuk komitmen kampus yang berkelanjutan dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, untuk penggerak lingkungan, aksi nyata mahasiswa nantinya bisa dilihat dengan disiplinnya pada pembuangan sampah, pengelolaan sampah dan kontroling kebersihan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Untag Surabaya mengajak mahasiswa baru untuk menghitung jejak karbon. Langkah ini sebagai bentuk menekan polusi udara yang semakin mengkhawatirkan.
BACA JUGA:
Maba Sistekin Untag Surabaya Fokus Bidang Keamanan Cyber
Sejauh ini, komitmen Untag Surabaya peduli terhadap lingkungan dibuktikkan dengan sejumlah penghargaan seperti peringkat 46 dalam rangking UI GreenMetric Dunia pada tahun 2016.
“Pada tahun 2016 kita Juara 2 Eco Campus, pada 2018 kita Juara 1 Eco Campus juga, tahun 2021 Juara 3 Eco Campus. Ini artinya berkelanjutan terus. Tentunya kita akan tingkatkan terus kepedulian terhadap lingkungan ini,” tandasnya. [ipl/but]






