Malang (beritajatim.com) – Tujuh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang (PBI Unisma) sukses menampilkan makalahnya di ajang internasional Diketahui sebelumnya, mereka terpilih sebagai presenter dalam International Conference dalam event 1st ICP & 10th ELITE Hybrid International Conference yang berlangsung di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sejak 8 hingga 9 November 2022.
Ketujuh mahasiswa tersebut antara lain Inayatul Ainiyah, Nur Diana Khalidah, Ronald, Alfian Milda, Nuris Shobah, Khoirotun Nisak dan Zainuddin. Pencapaian sebagai presenter internasional itu didampingi oleh dosen pembimbing, M. Faruq Ubaidillah, M.Pd. Mr. Faruq, sapaan memberi masukan, bimbingan dan dukungan penuh kepada mahasiswa.
Dia juga turut serta mengantar dan mendampingi mahasiswa dalam ajang internasional tersebut mengaku bangga atas pencapaian ini. “Dalam Konferensi Internasional itu, presenternya adalah Bapak dan Ibu dosen dari berbagai macam daera, dan negara. Sehingga ini prestasi yang sangat membanggakan bagi jurusan kami maupun universitas,” terangnya pada Minggu (13/11/2022).
Pada konferensi tersebut mahasiswa mempresentasikan proposal penelitian dan hasil penelitiannya. Mereka saling bertukar pikiran maupun mendapat kritik yang membangun untuk penelitian kedepannya dengan para peserta lain.
Mr. Faruq menjelaskan selama persiapan mahasiswa saling berdiskusi dan berlatih bersama-sama. Selain itu, mereka juga berkonsultasi untuk menampilkan presentasi yang baik dalam konferensi tersebut.
“Selain presenter Bapak Ibu Dosen, peserta konferensi tersebut dari berbagai daerah dan mempunyai critical thinking yang bagus, sehingga kami menyiapkan bagus pertanyaan-pertanyaan untuk mereka. Kami melakukan persiapkan dengan baik baik dari segi penulisan paper dan power point,” tuturnya melanjutkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma-malang”]
Khoirotun Nisak, salah satu mahasiswa yang menjadi peserta mengaku jika ikut serta dalam konferensi internasional tersebut sangat menambah wawasan dan pengalaman. Kedepannya, dia berharap konferensi serupa dapat memacu motivasi mahasiswa lain untuk berani tampil mempresentasikan hasil karyanya.
“Setelah saya mengikuti Konferensi ini, wawasan penelitian saya semakin bertambah, sangat senang bisa saling sharing ilmu dengan para expert apalagi mendapat komentar dan kritik yang semakin membuka pikiran untuk penelitian kedepannya,” terang Nisak. (dan/ted)






