Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa semester akhir di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kini bisa lulus tanpa perlu membuat skripsi. Tugas akhir mereka bisa diganti dengan berbagai skema, salah satunya dengan publikasi di jurnal ilmiah
Unesa sendiri terus melahirkan terobosan melalui kebijakan MBKM mandiri. Salah satu kebijakannya yakni dengan mengakui publikasi (hingga terbit) sebagai rekognisi dari tugas akhir mahasiswa MBKM Riset.
“Mahasiswa MBKM Riset yang berhasil mempublikasikan hasil riset di jurnal nasional terakreditasi minimal Sinta 2 atau jurnal internasional terindeks Scopus atau WoS dapat direkognisi sebagai tugas akhir,” kata Kasi Kurikulum Unesa Enny Susiyawati, Jumat (26/7/2024).
Enny mengungkapkan, penyetaraan artikel tersebut terhadap tugas akhir dilakukan dengan cara mahasiswa membuat laporan dengan format tugas akhir memakai kode Tugas Akhir Akademik pada lembar pengesahan.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa Unesa yang mengikuti program MBKM Riset, dan bagi yang hasil risetnya dipublis di sejumlah jurnal dapat diajukan sebagai tugas akhir.
“Dengan kata lain, mahasiswa sudah tidak perlu lagi buat skripsi atau dalam istilah kami yaitu membuat tugas akhir, karena publikasi jurnal itu sebagai tugas akhirnya,” ungkapnya.
Baru-baru ini, salah satu mahasiswi S1 Pendidikan Kimia Unesa, Maharani Dyah berhasil lulus melalui kebijakan ini. Maharani memiliki artikel yang terpublish di sejumlah jurnal. Hasil risetnya tembus di jurnal bereputasi.
Ia berhasil mempublikasikan artikel berjudul “In Silico Study: ACE Inhibitory Activity as a Marine Animal Fatty Acid Antihypertensive Candidate” di Jurnal Biodjati, yang terakreditasi Sinta 2 dan Scopus Q3 di Thalassas: An International Journal of Marine Sciences.
Publikasi tersebut diajukan sebagai tugas akhir sesuai format dan ketentuan. Setelah pengajuan, mahasiswa tersebut menjalani sidang tugas akhir (berupa publikasi jurnal) pada Selasa, 23 Juli 2024.
Kasi Magang, Riset dan Studi Independen Unesa, Dwi Anggorowati Rahayu menyebut kebijakan ini untuk meningkatkan luaran akademik mahasiswa, terutama pada bentuk kegiatan Pembelajaran Riset Skema 3.
Skema 3 itu yakni Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta (RE) dan Sosial Humaniora (RSH), yang menghasilkan artikel ilmiah relevan dan skema 2 MBKM riset, di mana mahasiswa mengikuti riset dosen dengan mitra potensial Unesa.
“Program MBKM Riset tidak hanya mempercepat kelulusan mahasiswa tetapi juga memperkuat reputasi internasional Unesa dan Peningkatan Capaian Indikator Kinerja Utama khususnya IKU 2 dan IKU 5,” terangnya.
Kebijakan yang sudah tertuang dalam Pedoman Tugas Akhir ini diharapkan memberi dorongan signifikan bagi mahasiswa dalam penyelesaian studi cepat, membangun portofolio akademik dan meningkatkan peluang mereka dalam dunia kerja yang kompetitif saat ini. [ipl/beq]






