Surabaya (beritajatim.com) – Unesa (Universitas Negeri Surabaya) mendapat tiga penghargaan dari Ditjen Diktiristek. Hal itu berkat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran pendidikan tinggi,
Ketiga penghargaan tersebut antara lain sebagai perguruan tinggi yang masuk posisi tertinggi (top 10%) IKU Liga PTN-BLU 2022, keunggulan IKU 4 Liga PTN-BLU 2022, dan keunggulan IKU 6 Liga PTN-BLU 2022.
Plt. Dirjen Diktiristek Prof Nizam menjelaskan, bahwa pada liga IKU kali ini persaingan terbilang sengit. Banyak universitas yang terus meningkatkan kualitasnya, termasuk Unesa untuk menunjukkan kualitas pendidikan dan layanannya.
BACA JUGA:
Unesa Surabaya Terima 10.206 Mahasiswa Jalur UTBK-SNBT 2023
“Saya menyampaikan apresiasi dan selamat pada seluruh pimpinan perguruan tinggi yang telah bekerja keras meningkatkan kualitas dan melakukan terobosan. Ini sebagai apresiasi sekaligus motivasi bagi kita semua agar tetap semangat meningkatkan kualitas,” kata Prof Nizam ditulis Senin (24/7/2023).
Sementara Rektor Unesa Prof Nurhasan menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran Ditjen Diktiristek atas penghargaan dan bimbingannya selama ini hingga kampusnya bisa terus melakukan berbagai transformasi di segala lini.
Menurutnya, capaian ini hasil dari kerja keras, kerja sama dan kerja ikhlas seluruh jajaran di Unesa untuk terus memberikan yang terbaik bagi lembaga, masyarakat dan negara. Kendati penghargaan ini membanggakan, tapi tidak boleh berpuas diri.
BACA JUGA:
Atlet Pentaque Unesa Raih Juara Umum Babak Kualifikasi PON di Bali
“Ini harus menjadi motivasi untuk tancap gas ke depan, karena tantangannya semakin kompleks. Tugas kita ke depan yaitu terus berbenah dan terus meningkatkan kualitas,” tutur Cak Hasan, sapaannya itu.
Ia berharap, penghargaan ini menjadi pelecut semangat untuk semua pihak, karena Unesa sudah menjadi PTN-BH, dimana banyak tantangan yang harus dijawab bersama secara kreatif dan inovatif. Terlebih, di era seperti saat ini kampus harus bisa adaptif dan progresif.
“Tugas kita tidak hanya menjawab tantangan sekarang, tetapi menjangkau tantangan 10 bahkan 20 tahun yang akan datang dengan berbagai terobosan, inovasi dan kreativitas. Ini perlu kebersamaan dalam aksi menuju visi yang sama sebagai suatu lembaga dan negara,” tandasnya. [ipl/suf]






