Malang (beritajatim.com) – Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) memperkenalkan iSee, perangkat berbasis sensor yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian mobilitas penyandang tunanetra. Inovasi ini lahir dari tangan kreatif mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI).
iSee hadir sebagai jawaban atas keterbatasan alat bantu konvensional dalam mendeteksi hambatan secara dinamis di ruang publik. Ketua tim pengembang iSee, Dewi Fatma Wati, mengungkapkan bahwa latar belakang terciptanya teknologi ini adalah keinginan untuk memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi tunanetra.
Selama ini, tongkat konvensional hanya mampu mendeteksi hambatan yang bersentuhan langsung dengan alat.
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya membantu mendeteksi hambatan, tetapi juga memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri penyandang tunanetra untuk beraktivitas secara mandiri,” ujar Dewi pada beritajatim.com, Kamis (5/3/2026).
iSee bekerja dengan sistem sensor terintegrasi yang mampu memindai objek di sekitar pengguna secara real-time. Informasi mengenai rintangan di jalur pergerakan langsung disampaikan kepada pengguna, sehingga risiko kecelakaan atau benturan dapat diminimalkan secara signifikan.
Lebih dari sekadar perangkat teknis, iSee memiliki misi besar dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Dengan informasi lingkungan yang lebih akurat, diharapkan penyandang tunanetra dapat mengakses fasilitas umum dengan lebih mudah.
Tunanetra diharapkan dapat menjalankan aktivitas pekerjaan tanpa ketergantungan penuh pada pendamping. Inovasi ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Negeri Malang dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan poin ke-10 (Reduced Inequalities).
Kualitas dan urgensi dari inovasi iSee telah diakui di level nasional. Tim mahasiswa UM ini sukses membawa pulang medali perunggu kategori poster dalam ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-38 (PIMNAS 38).
Penghargaan tersebut menjadi validasi atas riset mendalam, pengembangan produk yang matang, serta kemampuan tim dalam menyajikan solusi teknologi yang aplikatif bagi kebutuhan nyata masyarakat.
Meski telah meraih prestasi, tim iSee tidak berhenti di situ. Mereka berkomitmen untuk terus menyempurnakan perangkat ini agar lebih adaptif, ringan, dan mudah digunakan oleh berbagai kalangan.
“Harapan besarnya, iSee dapat diproduksi secara massal dan diimplementasikan secara luas bagi komunitas tunanetra di seluruh Indonesia guna menciptakan lingkungan yang benar-benar inklusif,” kata Dewi Fatma Wati menutup penyamapaian. (dan/but)






