Ponorogo (beritajatim.com) – Arisa Dwi Valentina, mahasiswa dari STKIP PGRI Ponorogo menciptakan kehebohan di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dia berpartisipasi dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) Pencak Silat Raja Brawijaya Open V di kampus UB Malang. Dara kelahiran Desa Tegalombo Pacitan 21 tahun silam itu, berhasil meraih medali perak sebagai juara II dalam kategori Seni Solo Kreatif Dewasa Putri.
“Alhamdulillah, tidak sia-sia ke Malang. Pulang bawa medali perak dalam kategori Senin Solo Kreatif Dewasa Putri,” ungkap Arisa, Rabu (17/01/2024).
Arisa, yang telah menggeluti seni bela diri ini sejak sekolah menengah pertama, berbagi kisah bahwa kesuksesannya tak lepas dari dedikasi dalam latihan. Yakni untuk saat ini bersama dengan pelatih Muchid Birul Walidaini dari Jenangan dan Rila Shofiatul Khimah. Selain itu dirinya juga mendapatkan dukungan dari teman-teman di UKM Pencak Silat STKIP PGRI Ponorogo.
“Selama tanding di sana, tidak ada kendala apapun,” kata Arisa.
Justru kendala datang sebelum keberangkatan, anak perempuan pasangan Suroto-Wagiyah itu jatuh sakit. Namun, Arisa berterima kasih atas izin orang tuanya yang memungkinkannya tetap tampil di kejuaraan.
“Orangtua merestui saya berangkat, ini menjadi semangat tersendiri,” katanya.
Arisa menjelaskan bahwa kategori seni solo kreatif adalah rangkaian jurus atau gerakan yang dirangkai sendiri. Pengalaman ini menjadi tantangan dan momen baru baginya.
“Saya senang pulang dapat oleh-oleh membanggakan, yakni medali perak,” katanya.
Sementara pembimbing UKM Pencak Silat, Edy Suprayitno menyatakan kebanggaannya terhadap prestasi para mahasiswanya. Lomba tingkat nasional di Malang, tidak hanya dinantikan oleh mahasiswa, tetapi juga perguruan-perguruan silat di seluruh Nusantara. “Ini bukan hanya ajang untuk bersaing di antara mahasiswa, tetapi juga antarperguruan silat. Memberikan kesempatan untuk mengasah mental dan menambah pengalaman bagi mahasiswa,” pungkas Edy. [end/but]






